PT Lotte Chemical Indonesia melaksanakan pelatakan batu pertama pabrik Ethylene di kawasan Industri Lotte, Kota Cilegon, Jumat (7/12/2018). Tampak Menperin, Airlangga Hartarto, Kepala BKPM RI, Thomas Lembong, petinggi Lotte dan pejabat pemerintah di Banten mengikuti prosesi groundbrraking. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Lotte Chemical Indonesia melaksanakan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik di Kawasan Industri Lotte Chemical, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Jumat (7/12/2018).

Tampak Hadir dalam prosesi itu, Jajaran petinggi Lotte Group, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Kepala Badan Kordinasi Penananaman Modal (BKPM) RI, Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Korea, Umar Hadi, Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatulloh, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi dan para pejabat lainnya.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan, pabrik industri kimia seperti Lotte Chemical ini memiliki hakekat yang sama dengan industri baja. Kehadiran pabrik asal Korea dengan nilai investasi sekitar Rp 55 Triliun ini, kata Airlangga, memberikan konstribusi yang sangat besar untuk industri di Indonesia. Airlangga melanjutkan, tidak ada kota lain di Indonesia yang mendapatkan investasi yang nilainya besar seperti di Cilegon.

“Jadi industri baja tadi disampaikan kepala BKPM, sudah investasi 2 billion dollar di cilegon dan kemudian hari ini investasi 3,5 billion dollar di cilegon maka pak walikota, tidak ada walikota se-Indonesia yang mendapatkan investasi sebesar Cilegon. Jadi wajib hukumnya untuk kita jaga supaya proyek ini berhasil dan proyek ini menguntungkan,” ungkapnya.

Airlangga menyatakan, investasi industri seperti Lotte Chemical punya peran penting untuk pembangunan di Indonesia. Konstribusinya terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mencapai 20 persen.

“Pemerintah tentu melihat bahwa industri satu sektor yang penting dalam pembangunan. Karena sektor industri ini berkonstribusi terhadap 20 persen PDB, dan dalam RPJM Indonesia sampai 2024, ini konstribusinya ditargetkan menjadi 22-23 persen dan di tahun 2030, 25 persen,” paparnya.

Selain pengaruhnya terhadap PDB, investasi pabrik Lotte yang rencananya akan beroperasi tahun 2023 ini juga memiliki konstribusi yang besar di sektor penerimaan pajak. Penerimaan pajak dari industri ini dapat mencapai 30 persen.

“Pendirian pabrik ini tepat pada waktunya karena dia akan berkonstribusi di tahun 2023. Dan kemudian juga industri sendiri berkonstribusi terhadap 30 persen dari pada pembayaran pajak, hampir 90 persen cukai dan pendapatan negara yang lain,” urainya.

Bagi pemerintah, lanjut Airlangga, investasi industri ini secara langsung memiliki pengaruh dalam memperbaiki neraca perdagangan. Investasi yang masuk dapat menghemat devisa dan subtitusi impor.

Atas konstribusinya, Indonesia akan memberikan keringanan kepada Lotte. Terutama menyangkut insentif pajak tax holiday. Kebijakan itu saat ini tengah diproses baik di Kemenperin, BKPM RI dan Kementerian Keuangan.

“Untuk diskresi tax holiday ada di tiga orang, Kepala BKPM, Menteri Perindutrian dan Menteri Keuangan. Jadi kalau dua sudah setuju, kita tunggu tanda tangannya,” tandasnya.

Ia berharap, investasi ini juga dapat memberikan konstribusi dalam hal penyerapan tenaga kerja. Pabrik yang menghasilkan ethylene, propylene dan produk lain ini, diharapkannya dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas secara jangka panjang. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?