CILEGON, SSC – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon tidak henti-hentinya mengimbau kepada warga untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini disampaikan menyusul mulai adanya penyakit DBD di beberapa wilayah provinsi di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, Arriadna mengatakan, penyakit DBD harus tetap diwaspadai sekalipun kasus dalam tiga tahun terakhir di Cilegon cenderung menurun. Oleh karena itu, kata dia, warga harus selalu aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.
“Kalau bicara DBD, kami (Dinkes) sangat bergantung kepada masyarakat. Yang punya rumah ini kan masyarakat, yang punya lingkungan kan masyarakat, jadi peran masyarakat untuk PSN sangat penting. Kalau tidak bisa PSN dia bisa melakukan dengan abate,” ujar Arriadna di konfirmasi, Rabu (30/1/2019).
Pada tahun 2018, Kasus penderita DBD di Cilegon tercatat sebanyak 164 kasus dengan angka meninggal dunia nol. Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni pada tahun 2017, kasus penderita DBD sebanyak 30 kasus dengan angka meninggal dunia nol. Dibandingkan dengan tahun 2016, jumlah kasus penderita DBD menurun. Kasus penderita DBD tahun 2016 tercatat 585 kasus, 6 diantaranya meninggal dunia.
“Artinya bila kita melihat data ini, kasus DBD cenderung menurun. Kita tidak boleh mengacu pada data ini tetapi kita harus tetap waspada. Dan sungguh dari kami pemerintah harapkan, pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan dengan 3M plus di masyarakat,” paparnya.
Menurutnya, PSN dengan 3M plus merupakan cara yang paling efektif mencegah DBD dan memberantas jentik nyamuk terutama pada musim penghujan dan pancaroba yang terjadi saat ini. Hal ini patut disampaikannya sebagai bagian dari edukasi. Selama ini, cara pengasapan (fogging) dipandang masyarakat sebagai upaya pencegahan yang tepat namun hal itu justru sebaliknya. Fogging hanya mematikan nyamuk dewasa bukan jentik nyamuk.
“Fogging itu bukan upaya pencegahan DBD, itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Itu tidak bisa membunuh jentiknya. Pencegahan yang benar itu adalah dengan 3M plus. 3 M itu, menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air. Kemudian menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan menimbun barang-barang yang tidak terpakai. Plus-nya, menabur abate ke penampungan air, pakai obat nyamuk atau anti nyamuk dan lain sebagainya,” Pungkasnya. (Ronald/Red)

