GM PT ASDP Cabang Merak, Fahmi Alweni diwawancara aeak media di Kantornya, Selasa (13/11/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC –  Pelabuhan Merak cukup diriuhkan dengan kabar adanya dugaan praktik calo yang terorganisir. Pasalnya, kabar ini muncul di kalangan sejumlah media atas keluhan salah seorang pengguna jasa yang menyebutkan adanya dugaan praktik calo di pelabuhan yang ada di ujung Pulau Jawa bagian barat ini.

General Manajer PT ASDP Merak, Fahmi Alweni mengatakan, pihaknya akan memerintahkan Manajer Usaha Pelabuhan,  Rudi Mahmudi untuk menginvestigasi dugaan tersebut. ASDP tidak membenarkan segala bentuk atau praktik calo di Pelabuhan apalagi tindakan-tindakan itu mengatasnamakan petugas ASDP.

Diketahui, informasi dugaan praktik calo ini diterima ASDP dari media atas laporan salah satu pengguna jasa yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni dengan mengendarai mobil pikap tanpa muatan pada September lalu. Saat membayar tarif tiket penyeberangan sebesar Rp 326.000 dengan uang tunai Rp 400.000, Pengguna jasa ini tidak mendapat uang kembalian dari petugas loket. Pengguna jasa ini bahkan kaget dengan keberadaan seorang pria bertopi yang duduk di bak belakang yang dikendarainya. Kepadanya, pria itupun mengaku sebagai petugas pelabuhan yang bertugas mengarahkan kendaraan ke kapal. Pengguna sempat menanyakan kembali uang kembalian, namun petugas loket malah mengarahkan kepada pria bertopi itu. Sempat terjadi adu mulut dan akhirnya uang pengguna dikembalikan.

“Saya sangat berterima kasih adanya informasi ini. Tentu ini akan menjadi bahan masukan buat kami guna melakukan evaluasi di lapangan. Saya akan perintahkan Manager Usaha Pelabuhan dan sekuriti untuk melakukan investigasi atas laporan itu. Kalau memang terbukti, kami akan mengambil langkah tegas untuk memberikan sanksi,” ujar GM dikonfirmasi di Kantor ASDP Merak, Selasa (13/11/2018).

Secara aturan, kata GM, praktik itu tidak dibenarkan. Uang kembalian setiap pengguna jasa yang melakukan transaksi pembayaran tarif penyeberangan di Pelabuhan Merak dengan cara tunai, harus dikembalikan.

“Uang kembalian itu harus dikembalikan, apa pun itu alasannya. Apakah memang benar ada kejadian ini atau tidak, nanti kita buktikan. Saya menjamin 100 persen tidak ada pihak ASDP yang terlibat langsung, adapun petugas loket yang dimaksud, itu adalah pihak ketiga untuk pelayanan tiket,” tegasnya.

Untuk memastikan itu, sejumlah petugas di lapangan akan dipanggil oleh pihaknya. Termasuk petugas loket dari PT Provis yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa saat transaksi pembayaran tarif penyeberangan.

“Sepanjang yang kami tahu, baru kali ini ada laporan seperti ini. Tetapi kami akan menelusuri lebih jauh lagi. Besok akan saya panggil ke Supervisi dan Danru, termasuk juga ke Provis,” paparnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here