Polda Banten menetapkan 14 tersangka atas peristiwa ricuh demo mahasiswa di depan Kampus UIN SMH Banten, Kamis (8/10/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Polda Banten telah menetapkan 14 tersangka atas aksi unjuk rasa mahasiswa secara anarkis di depan Kampus UIN SMH Banten, Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Selasa (6/10/2020) lalu.

Keempat belas diantaranya 8 orang mahasiswa, 4 pelajar dan 2 pedagang ini ditetapkan tersangka karena dalam aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja diduga melakukan perbuatan melawan hukum tindak pidana.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, keempat belas tersangka ini ditetapkan setelah Ditreskrimum Banten melakukan pemeriksaan dan pengumpulan sejumlah alat bukti.

Tersangka yang ditetapkan diantaranya, pertama, mahasiswa STIE Alkahiriyah berinisial OH (22). Tersangka dalam aksi demo berperan melakukan pelemparan kepada petugas dengan menggunakan batu, botol aqua dan traffic count. OH dijerat pasal 212 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan.

Baca juga  Ditanya Rekom KASN Soal Sekda, Walikota Serang Malah Curhat Sering Ditelepon Orang

Tersangka kedua merupakan mahasiswa STIE Banten berinisial BM (18). Tersangka BM berperan melempari petugas dengan batu yang mengakibatkan orang lain terluka salah satunya, Karo Ops Polda Banten, Kombes Pol Aminuddin Roemtaat.

“BM dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun. Terhadap BM dilakukan penahanan,” ungkap Kabid Humas didampingi Wadirkrimum Polda Banten, AKBP Dedi Supriadi saat pengungkapan kasus aksi demo mahasiswa di halaman Mapolda Banten, Kamis (8/10/2020).

Untuk 8 tersangka lain yakni berinisial MN RN, DR, NA, AK, FS, MZ dan FF. Kedelapan tersangka berperan secara berkerumun, berbuat onar dan tidak pergi setelah diperintah 3 kali oleh aparat hukum. Mereka dikenakan pasal 218 KUHP dengan acaman hukuman 4 bulan penjara.

Sementara, 4 orang tersangka lainnya berinisial RR, MIM, MF, MM merupakan pelajar berusia 16-17 tahun. Dalam aksi, keempatnya berperan melempari batu kearah petugas, berkerumun dan tidak pergi setelah diperintahkan membubarkan diri.
Tersangka disangka UI Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit dengan ancaman pidana satu tahun penjara.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Polisi terhadap BM dan 13 tersangka lain tidak dilakukan penahahan karena ancamannya dibawah 5 tahun penjara. Mereka dikembalilan kepada orangtua dan civitas akademi namin tetap menjalani proses hukum hingga ke pengadilan.

“Mereka dikenakan wajib lapor dan telah dikembalikan kepada orangtua dan civitas akademi untuk sama-sama dilakukan pegawasan dan pembinaan,” tuturnya.

Polda banten dalam kasus tersebut mengamankan sejumlah alat bukti. Diantaranya traffic count, batu, buku Tan Malaka, jacket merah, botol aqua, dan alat bukti lain. Diketahui dalam kasus tersebut menimbulkan dua orang terluka. (Ronald/Red)