CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengaku jika alokasi APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) 2020 Kota Cilegon tidak dapat mengakomodir seluruh kebutuhan pendidikan di Kota Cilegon. Untuk tahun ini saja, anggaran yang disiapkan untuk sektor pendidikan hanya dialokasikan sebesar 20 persen.
“Jika dilihat dari APBD tahun lalu, pemerintah bisa mengalokasikan APBD untuk sektor pendidikan diatas 27 persen. Sementara untuk 2020, khsusus untuk sektor pendidikan hanya 20 persen dari APBD Kota Cilegon,” kata Ati Marliati kepada awak media usai kegiatan Serah Terima CSR Bidang Pendidikan dari PT Krakatau Posco di PAUD Cikal, Kecamatan Citangkil, Kamis (30/1/2020).
Meski demikian, kata Ati, APBD Kota Cilegon sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan bidang pendidikan di Kota Cilegon.
“Sebenarnya APBD Kota Cilegon sanggup sih lebih dari 20 persen. Kita bisa 25,26 hingga 27 persen. Tapi itu pun juga tergantung kemampuan APBD kita juga,” ujar Ati.
Ati berharap, kondisi tersebut dapat mendapat perhatian dari pihak industri. Salah satunya seperti bantuan CSR (Coorporate Social Responsibility) yang diberikan PT KP. Pemberian itu secara langsung sudah membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Cilegon.
“Peran industri sangat pentinglah. Kan APBD Cilegon enggak cukup tuh. Nanti ibu pun akan akan sampaikan ke Pak Wali (Edi Ariadi) agar kita (Pemkot,red) memiliki konsep yang bisa diikuti oleh industri. Siapa tahu, dengan konsep yang kita sampaikan ini, dapat diikuti oleh industri,” ucap Ati.
Terkait CSR yang diberikan oleh PT Posco, Ati pun menyambut positif dengan bantuan yang diberikan oleh pihak Posco kepada PAUD.
“Baguslah. Posistif banget malah. Semoga bantuan tersebut tidak hanya sampai disini saja tapi tetap mendukung program pendidikan di Kota Cilegon,” harapnya.
Sementara itu, Direkte HR dan GA PT Krakatau Posco Cahyo Antarikso memaparkan, pihaknya menalokasikan penyaluran CSR pada 2020 di bidang pendidikan. Bantuan diberikan untuk 20 Pesantren dan PAUD di Cilegon.
“Kita sih lebih prioritasnya hanya kebutuhan masyarakat, tidak yang besar-besar. Semoga dengan bantuan ini bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Cilegon,” pungkasnya. (Ully/Red)

