CILEGON, SSC – Anggota Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Shidqi Andrezha mendorong agar Eks Gedung Matahari Lama dapat dijadikan ruang bagi kreativitas anak muda di Kota Cilegon. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengharapkan agar gedung yang selama ini tidak digunakan itu dapat difungsikan untuk youth center seperti yang mejadi salah satu program Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, RObinsar-Fajar Hadi Prabowo.
Menurutnya, gedung itu bisa difungsikan selain untuk wadah kreatifitas generasi muda bisa digunakan untuk tenant bagi pelaku UMKM.
“Menurut pandangan saya, sebagai dewan muda, yang merangkul pemuda mudah-mudahan saya berharap, Pemkot Cilegon, Pak Wali, Pak Wakil, mudah-mudahan Eks Matahari Mama bisa kita gunakan untuk wadah kreativitas, youth center, dan juga bisa jadi mal UMKM digabungkan dengan youth center tesebut,” ujar Andrezha Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Sabtu (13/9/2025).
Sebagai anggota DPRD Cilegon, Andrezha mendukung penuh pengembangan ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda. Tentunya, genarasi muda harus dilindungi dan diberikan wadah. Ruang industri kreatif bagi generasi muda harus diberi dukungan ditengah kondisi Kota Cilegon yang didominasi industri padat modal.
Memang saat ini Pemkot juga tengah fokus menyerap tenaga kerja untuk industri dengan memodernisasi BLK. Ia berharap seiring dengan tujuan itu, Kota Cilegon juga mempunyai wadah youth center untuk menciptakan lapangan kerja.
“Insya Allah industri maju, BLK bisa diseleraskan dengan industri yang diperbaiki, dan juga kita punya youth center di tengah Kota Cilegon” papar dewan berusia 23 tahun itu.
Penyediaan ruang kreativitas bagi generasi muda ini, kata dewan disapa Andre ini akan menjadi landmark. Bukan itu saja, ketika youth center disediakan maka dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang baru bagi Pemkot Cilegon. Baik itu pendapatan sektor perparkiran, sewa tenant, pertunjukan hiburan dan lainnya.
“Dan juga nantinya akan menjadi sumber pendapatan daerah kita, dari apa, dari parkirnya, dari sewa tenant. Tidak usah mahal tapi dikelola dengan baik. Kemudian ada juga dari pertunjukan. Pesan saya disini, tolong ini dikelola dengan baik kalau bisa libatkan pihak ketiga yang mungkin bisa bekerja dan punya track record yang baik, untuk mengelola hal ini,” terangnya.
Andre turut mengusulkan agar Youth Center yang nanti berlokasi di Eks Gedung Matahari Lama bisa terhubung lokasinya dengan Masjid Agung Cilegon. Seperti gedung yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Bilamana telah terhubung, toko-toko disekitaran youth center diminta juga dapat mendukungnya dengan mempercantik tempat mereka.
“Kalau bisa ini di tengah kota sekalian, kiri Masjid Agung kanan youth center dan mal UMKM. Nanti jembatan laying dibuka, seperti di Sudirman Jakarta. Mudah-mudahan ada surat pemberitahuan kepada pelaku usaha di protokol, tolong dipercantik tokonya. Selain untuk tokonya juga mempercantik Kota Cilegon,” ujarnya.
Andre menyatakan, sudah saatnya Pemkot saat ini berpihak kepada kepentingan generasi muda. Karena saat ini generasi muda baik dari lapisan gen z dan milenial punya talenta yang besar dalam berkreativitas. Pemkot harus memberikan ruang seluas-luasnya untuk genarasi muda terlibat dalam industri kreatif sehingga dapat membuka lapangan kerja.
“Gen Z di Cilegon ini sangat luar biasa, kreatifitasnya. Teman-teman juga sudah mendunia, yang go internasional dan nasional. Kita rangkul agar bertambah banyak, jangan kita didik mereka untuk jadi sesuatu yang mungkin biasa saja. Tetapi mereka kreatif, dan Cilegon membuka lapangan kerja. Disitu bisa membuat workshop, industri kreatif, mudah-mudahan Cilegon bisa membuka padat karya,” harapnya. (Ronald/Red)

