CILEGON, SSC – Untuk mengantispasi makanan kedaluarsa, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Pusat Pembelanjaan di Kota Cilegon.
Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon, Ema Hermawati mengatakan, sidak yang dilakukan Disperindag kali ini belum menemukan makanan kedaluarsa. Dari 3 pusat pembelanjaan, Pihaknya hanya menemukan makanan biskuit yang kondisinya peyot atau rusak di Giant tadi pagi.
“Pas kita (Disperindag,red) sidak memang ada ditemukan makanan biskuit yang kondisi kalengnya rusak/peyot. Kemasan yang rusak ini, kita serahkan ke managemen Gaint agar barang-barang yang rusak ini dapat dikembalikan ke supplier,” kata Ema usai sidak, Kamis (23/5/2019).
Ia menambahkan, inspeksi kali ini baru dilakukan pertama dan akan berlangsung selama 5 (lima) hari. Sidak kali ini dilakukan Giant, Toko Parsel, Hypermart dan Superindo. Sejauh ini, kata dia, temuan makanan/parsel yang tidak sesuai atau kedaruasa belum ditemukan.
“Kalau tahun lalu sih enggak ada temuan makanan yang kadaruasa. Mudah-Mudahan tahun ini tidak ada makanan yanh kedaluarsa yang dijual oleh supermarket,” tuturnya.
Ia mengimbau agar masyarakat Cilegon lebih teliti sebelum membeli barang/parsel yang dijual di supermarket mapun mall.
“Kita sih berpesan jadilah konsumen yang cerdas, yang teliti sebelum membeli barang. Jangan sampai barang yang kita beli rusak bahkan tidak berebel,” himbaunya.
Sementara itu, Section Grocery Giant Kota Cilegon, Amir tak membantah ada makanan kaleng yang kondisinya rusak/peyot yang dijual. Akan tetapi, dirinya, memastikan makanan tersebut masih layak untuk dikonsumsi dan tidak kedaruasa.
“Pasti secepatnya makanan yang rusak ini akan kita kembalikan ke retur. Kami pun menjamin, barang yang dijual tidak ada yang expired karena sebelum dua bulan manajemen telah menarik makanan tersebut,” tutupnya. (Ully/Red)

