20.1 C
New York
Sabtu, Desember 13, 2025
BerandaPeristiwaAPBD 2019 Cilegon Ditetapkan, Belanja Langsung Tembus Rp 1,184 Triliun

APBD 2019 Cilegon Ditetapkan, Belanja Langsung Tembus Rp 1,184 Triliun

-

CILEGON, SSC – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon Tahun Anggaran 2019 mengalami defisit sebesar Rp.163 miliar. Selisih anggaran antara Pendapatan sebesar Rp 1,834 Triliun dengan Belanja sebesar Rp 1,998 Triliun itu ditutupi dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) Tahun anggaran 2018 yang diprediksi naik sebesar Rp 163 miliar.

Dalam rapat paripurna persetujuan penetapan raperda menjadi perda tentang RAPBD TA 2019 yang diselenggarakan di DPRD Cilegon, Jumat (27/11/2018), defisit anggaran dihitung dari selisih antara pos belanja yang melebihi pos pendapatan.

Pada Pos pendapatan ditetapkan sebesar Rp 1.834 Triliun. Pada rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik menjadi sebesar Rp 701 miliar dari RAPBD 2019 sebelumnya sebesar Rp 696 miliar. Pada pos Dana Perimbangan naik menjadi sebesar Rp 912 miliar dari RAPBD sebelumnya sebesar Rp 817 miliar. Kenaikan ini berasal dari pos Bagi Hasil Pajak atau Bagi Hasil Bukan Pajak Rp 131 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 643 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 137 miliar.

Sementara pada pos Belanja secara keseluruhan bertambah Rp 145 miliar. Belanja yang pada RAPBD sebelumnya sebesar Rp 1.852 Triliun naik menjadi Rp 1.998 miliar. Pos Belanja tidak langsung baik belanja pegawai, hibah, bantuan sosial,  bantuan keuangan,  dana partai politik dan bantuan tidak terduga ditetapkan sebesar Rp 813,6  miliar. Sementara Pos Biaya Langsung baik Belanja Pegawai,  belanja barang dan jasa serta belanja modal naik menjadi Rp 1,184 Triliun.

Sekretaris Daerah, Sari Suryati yang menanggapi naiknya belanja langsung ini tidak menampik bila pembangunan JLU masih menyedot anggaran yang cukup besar di 2019. Sejauh ini, pembangunan mega proyek yang menyumbang silpa terbesar ini masih dalam tahapan proses sosialisasi dan ganti rugi ke masyarakat.

“Kebutuhan yang sangat prioritas itu,  JLU masih dianggarkan. Karena tahun ini belum cukup dan masih pembebasan. Yang musyawarah sudah 8 kelurahan tinggal proses ganti rugi,” paparnya.

Selain JLU, Kata Sari, porsi belanja langsung yang cukup besar juga akan difokuskan pada pembangunan dan perbaikan drainase guna penanganan banjir.

“Kebijakannya masih di infrastruktur, di drainase. Saat ini kan yang sedang ditangani Satker Nasional. Titik-titik banjir itu kan dari jalan nasional,” tandasnya.

Sementara Ketua Badan Anggaran DPRD Cilegon, Isro Miraj mengatakan, perlu ada upaya dari pemkot untuk meningkatkan PAD. Diantaranya, PAD dapat didongkrak bila  pembangunan JLU dan Sport Center yang masuk dalam RPJMD 2016-2021 Kota Cilegon ini cepat diselesaikan.

“Memang kemarin kita membahas soal JLU kemudian Sport Center juga bisa rampung.  Sport Center kan tertuang dalam RPJMD. Diharapkan sebelum akhir masa jabatan (Kepala Daerah), apa yang tertuang dalam RPJMD, itu terealisasi. Kemarin lebih kurang kita alokasikan Rp 35 miliar, supaya tribun barat bisa cepat selesai,” ujarnya.

Dengan selesai dibangunnya sport center, sambung Isro, secara langsung dapat mendongkrak PAD Cilegon. Begitu juga dengan JLU yang hingga saat ini sedang berproses.

“(Sport Center) Itu kan nanti ada potensi pendapatannya,  dari tiket, dari retribusi parkir, ekonomi masyarakat juga meningkat, pedagangnya disana. Makanya kita ingin sport center itu segera selesai,” paparnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -