Ilustrasi

CILEGON, SSC – Aplikasi smart village yang yang sebelumnya sempat digaungkan Walikota Cilegon, Helldy Agustian mandek alias tak berjalan. Pasalnya, aplikasi yang memiliki fitur pengelolaan informasi data kebutuhan kependudukan hingga informasi potensi wisata serta pemberdayaan ekonomi ini mandek karena terbentur oleh belum terpasangnya Virtual Privat Network (VPN) pada jaringan Smart Village Cilegon sehingga berakibat penginputan data tak berjalan optimal.

Kepala DKISS Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra membenarkan hingga 7 bulan diluncurkan oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian, aplikasi ini belum berjalan. Meski begitu, ia optimis aplikasi ini dapat bisa terealisasi.

“Insya Allah tinggal menunggu waktunya, aplikasi ini bisa berfungsi sesuai keinginan masyarakat Kota Cilegon,” kata Azis terkonfirmasi,” Senin (4/10/2021).

Baca juga  Terungkap! Motif Pembunuhan Penjaga Tiket Pantai Marbella Anyer Karena Pelaku Dendam Dikeroyok

Sementara itu, Kepala DKCS Kota Cilegon Hayati Nufus menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi selama ini karena belum terinstal VPN.

“Ini bukan data sembarangan tapi data negera. Jadi harus hati-hati sekali. kalau misalnya mau dimasukan ke aplikasi itu, jaringan aplikasi harus terlebih dahulu dipastikan aman. Berarti harus terpasang VPN,” jelasnya.

Kata Nufus, karena terbentur dengan hal itu, pihaknya tidak berani sembarangan menggeluarkan data negara. Oleh karena itu, akhirnya DKCS bernisiatif menganggarkan sendiri untuk membuat VPN yang semestinya menjadi tanggung jawab Diskominfo Cilegon.

“Kami geser-geser anggaran untuk pemasangan VPN. Sekarang sedang uji coba jaringan, karena VPN sudah kami pasang hingga tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Jika VPN tersebut telah terpasang dan berfungsi dengan baik, maka DKCS Kota Cilegon akan mulai membuat Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak Juknis). Ini terkait teknis penginputan data kependudukan di tingkat kedinasan hingga kecamatan.

Baca juga  Duarr! Ibu Hamil di Anyer Serang Jadi Korban Sambaran Petir

“Nanti kami buat juklak juknis, kemudian kami usulkan ke pemerintah pusat agar mendapat izin,” imbuhnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, sebagai upaya mewujudkan Kota Cilegon menjadi Smart City atau Kota Pintar, PT Krakatau Information Technology (Krakatau IT) meluncurkan aplikasi Smart Village Indonesia.

Aplikasi yang dibangun oleh anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ini diluncurkan dengan tagline ‘Warga Pintar Masa Kini Hanya Dalam Satu Genggaman” saat Peringatan HUT ke-27 Kota Cilegon di Kantor Pemerintah Kota  Cilegon, Selasa (28/4/2021). (Ully/Red)