PT ASDP dan Kemenhub mengadakan diskusi usai penandatanganan terkait program magang mahasiswa bersertifikat yang dilaksanakan di Terminal Eksekutif, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon,Senin (16/12/2019). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Perhubungan menjalin kerja sama menjalankan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat. Penandatanganan kedua institusi ini dilaksanakan di Terminal Eksekutif, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (16/12/2019).

Direktur dan pelyanan Korporasi PT ASDP, Wing Antariksa mengatakan, program magang bersertifikat menindaklanjuti kerjasama yang telah dilakukan oleh 110 BUMN dengan 295 perguruan tinggi di Indonesia. Tujuannya untuk menciptakan mahasiswa yang profesional sebelum menghadapi dunia kerja.

“BUMN sudah tandatangan dengan kampus. Ini inisiatif Kementerian Bumn dengan forum human capital indonesia. Dimana kita ingin ada link and match dengan mahasiswa sebelum masuk dunia kerja,” ujar Wing didampingi Senior GM Regional PT ASDP, Yudhi Yanuar
dan Vice President SDM, Christoper Samosir.

Program magang bersertifikat yang dijalan saat, kata dia, memang diterapkan berbeda dengan yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya. Saat ini, program magang bersertifikat lebih mempercepat selesainya kuliah mahasiswa.

“Kalau dulu magang memperlama kuliah. Kalau sekarng magang sekarang setahun, dihitung, dikonversikan, menjadi SKS sehingga tidak memperlama teman-teman itu selesai kuliahnya,” tuturnya.

ASDP sendiri, lanjutnya, sudah menjalankan program tersebut bekerja sama dengan Balai Politeknik dan Balai Pendidikan Pelayaran. Peserta yang lulus terbaik mengikuti program tersebut mendapat jalur khusus dari ASDP. Sedikitnya dari 100 peserta yang magang pada tahun lalu, 93 diantaranya telah direkrut menjadi pegawai ASDP.

“Tahun lalu 100 magang dan berjalan 93 orang. Untuk tahun ini kita harapkan 120 orang,” tuturnya.

Wing berharap, program ini dapat terus berkelanjutan. Sehingga mahasiswa bersertifikat dan siap menghadapi dunia kerja terutama industri transportasi.

“Jadi bukan hanya BUMN yang melaksanakan program magang ini saja tetapi industri juga diminta untuk bisa brrpartisipasi apa yang dipersyaratkan kampus-kampus,” harapnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here