Murid kelas VI SDN 1 Banjarsari, Lingkungan Sekong, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang terpaksa belajar di tenda karena atap ruang kelas mereka rusak dihantam angin kencang, Jumat (15/11/3019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Puluhan murid kelas VI SDN 1 Banjarsari, Lingkungan Sekong, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang terpaksa harus belajar di tenda karena atap ruang kelas mereka rusak dihantam angin kencang.

Sekolah yang terakhir direhab pada 2009 lalu ini porak poranda dihantam angin kencang disertai hujan lebat pada Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak hanya ruang murid kelas VI yang rusak, atap ruangan perpustkaaan juga roboh. Sejumlah pohon yang ada disekitar sekolah juga tumbang.

“Waktu itu angin kencang dan hujan turun, sama ada petir. Sekolah langsung banjir, kelas juga penuh dengan air. Atap kelas VI kemudian ambruk, atap perpustakaan juga sama, kena juga,” ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Banjarsari Maslatifah menceritakan saat kejadian, Jumat (15/11/2019).

Akibat kejadian itu, sebanyak 27 murid kelas VI terpaksa belajar di tenda lantaran atap kelas rusak. Siswa sudah belajar di tenda selama dua hari.

Siswa tampak serius belajar saat di tenda

Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Wasis Dewanto turun ke lokasi setelah mendapat laporan. Pihaknya langsung melakukan upaya penanganan memperbaiki fasiltas sekolah yang rusak.

“Karena dapat informasi, segera turun, angin mengangkat beberapa metalroof. Kita sudah menangani langsung. Ini ada Kasi Sarpras, saya minta hari ini bisa selesai. Insya Allah hari ini selesai,” tuturnya.

Wasis menyatakan, perbaikan ruang kelas VI diperkirakan selesai pada hari ini. Sehingga Besok, Sabtu (16/11/3019), siswa bisa kembali melaksanakan kegiatan belajar di ruang kelas mereka normal kembali.

“(Perbaikan) sore ini selesai. Harus ditangani, jangan sampai ada kerusakan lainnya. Insya Allah, Sabtu besok bisa belajar lagi,” tuturnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here