Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Kecelakaan Kereta Api di perlintasan rel yang berada di Lingkungan Ramanuju Tegal, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Cilegon,  Sabtu (5/5/2018) melibatkan Mobil Toyota Avansa. Diketahui mobil putih itu adalah taxi online yang mengangkut satu keluarga.

Suami korban, Sumitro Wardoyo menceritakan, Ia kaget dan shock ketika mengetahui kecelakaan kereta yang terjadi di Lingkungan Ramanuju menimpa keluarganya. Saat itu, istri bersama ketiga anaknya hendak ke rumah mertuanya dengan mengunakan taxi online dari Mal Ramayana.

“Tadi posisi istri dan anak-anak naik grab dari arah Mal Ramayana mau menuju arah rumah ibu yang ada di Ramanuju. Setelah dari rumah orangtua, niat mau ke Alun-Alun Kota Cilegon karena ada pameran,” kata Sumitro kepada wartawan selatsunda.com saat ditemui di RSKM Cilegon, Sabtu (5/5/2018).

Dari cerita yang diperoleh sesaat sebelum kejadian, kata Sumitro, istrinya telah memperingatkan sopir ketika berada di perlintasan rel jika kereta mengarah ke mobil dengan laju kencang. Namun saat itu, diduga sopir tidak mendengar dan memperhatikan kereta melintas karena mobil mengalami mati mesin.

“Padahal udah diteriakin sama istri kalau ada kereta yang melaju cukup kencang. Tapi supir grab enggak kedengaran dan pas udah dekat tiba-tiba mesin mobilnya mati di tengah-tengah perlintasan,’ ungkapnya.

Paska kejadian, sambung Sumitro, kondisi kesehatan istri dan ketiga anaknya tengah mendapat perawatan intensif dari Rumah Sakit.  Hingga saat ini, Anak bungsunya yang masih balita berusia 5 bulan belum sadarkan diri.

“Istri hanya dan kedua anak saya mengalami memar di pelipis pipi. Sementara untuk anak saya yang ke-3 masih belum sadarkan diri di RSKM,” tuturnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.15 wib. Mobil bernomor polisi A 1073 VK yang dikemudikan Arif saat itu tengah membawa 4 penumpang yaitu Ita Umani (34), Arsifa Mutiara (9),  Amira Nurul (5) dan Arifi Ahmad (5  Bulan). Saat mobil melaju dari arah Jalan Raya Cilegon – Anyer dan hendak menuju gang di Lingkungan Ramanuju Tegal, diduga mesin tiba-tiba mogok di perlintasan rel kereta api. Dengan waktu yang bersamaan Kereta Api Ekonomi melintas dari arah Cilegon menuju Merak.  Kecelakaan kemudian tak terhindarkan.  Mobil langsung disambar dan terpental sejauh 50 meter.

“Dalam satu mobil ada 5 orang. 1 orang orang tua, 3 anak dan 1 driver,” ungkap Kapolsek Ciwandan, Kompol Idrus Madaris membenarkan peristiwa itu, pungkasnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here