CILEGON, SSC – Kasus Tindak Pidana pencurian dengan modus penjambretan mulai marak terjadi di Kota Cilegon. Beberapa kasus yang ditangani Mapolres Cilegon biasanya pelaku jambret menjalankan aksinya dengan memanfaatkan kelengahan korban.
Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra mengatakan, dari beberapa kasus penjambretan yang ditangani pihkanya memiliki kecenderungan pola kejahatan yang sama. Pelaku biasanya beraksi di jalan raya ketika korban lengah.
“Pelaku ini lebih memilih kelenggahan korbannya untuk melancarkan aksinya. Ketika, korbanya sudah lenggah, barulah pelaku ini mulai melancarkan aksinya. Seperti, korban yang membawa kendaraan tapi dompet disimpan di selot motor bagian depan, itu diincar olehnya,” katanya, Jumat (26/10/2018).
Dadi menambahkan, selain menaruh dompet disimpan di selot motor bagian depan, pelaku juga mengincar korban yang membawa barang-barang mewah saat berkendara.
“Jadi kebanyakan korban ini menggunakan barang-barang mewah seperti emas, dan menggunakan telepone selurernya saat berkendara. Itulah yang paling diincar oleh para pelaku untuk melancarkan aksinya,” tambahnya.
Maraknya tindak kejahatan ini, sambung Dadi, Pihaknya pun menghimbau agar masyarakat bisa lebih berhati-hati terhadap barang bawaan saat berkendara sehingga tidak memancing pelaku saat beraksi. Terlebih lagi, bagi pengendara motor untuk tidak menyimpan barang bawaan dengan sembarangan.
“Kalau bawa tas itu, digantung di tengah badan, jangan di samping. Begitu pula orang yang dibonceng, jangan pegang HP sambil jalan, masukan saja ke dalam tas,” ujarnya.
Disinggung mengenai berapa jumlah kasus penjambretan yang ditangani mulai Januari hingga pertenggahan September ini, Ia tidak begitu mengetahui rincian tersebut. Namun prinsipnya, masyarakat harus lebih waspada.
“Ada lah totalnya. Tapi intinya, masyarakat harus berhati-hati terhadap kasus penjambretan ini,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar berharap, Polres Cilegon dapat lebih memberikan keamanan dan kenyaman kepada masyarakat. Khususnya di titik-titik yang dinilai rawan kejahatan itu.
“Saya kira patroli cukup ampuh untuk menekan angka kejahatan penjambretan. Kelihatannya pelaku jambret pilih-pilih tempat, khususnya yang jauh dari petugas polisi,” ujarnya.(Ully/Red)

