Suasana Pasar Indik Rau di Kota Serang, Senin (25/11/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar rapat pembahasan terkait kelanjutan nasib PT Pesona Banten Persada selaku pihak ketiga yang mengelola Pasar Induk Rau (PIR).

Pembahasan ini digelar di Kantor Walikota Serang, Rabu (26/7/29/2020) pagi tadi.

Pasalnya dalam pembahasan tersebut, antara DPRD dan Pemkot tidak saling sejalan.
DPRD meminta agar Pemkot Serang segera memutus kerjasama dengan PT Pesona Banten Persada. Namun di sisi lain, Walikota Serang, Syafrudin masih mempertimbangkan memutus pola kerjasama pengelola PIR tersebut.

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pihaknya menginginkan agar kerjasama dengan pihak pengelola pasar dengan Pemkot Serang tidak dilanjutkan. Mengigat, selama ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola oleh PT Pesona Banten Persada hanya mencapai Rp 15 juta per bulan.

Baca juga  Satu Pegawai Disnaker Cilegon Terkonfirmasi Corona

“Kalau seperti ini saja rugi lah kita, bayangkan saja masa hanya Rp 15 juta selan per bulan?,” kata Budi kepada Selatsunda.com ditemui di Kantor Walikota Serang,” Rabu (26/8/2020).

Rencananya pada Selasa (1/9/2020) mendatang, kata dia, pihaknya akan menggelar rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dan pihak pengola Pasar Rau untuk membahas persoalan tersebut.

“Forkopinda akan turut membantu memberikan solusi dari kondisi ini. Sebab kami ingin mencari solusi yang terbaik, baik untuk Pemkot Serang atau PT. Pesona Banten Persada,” tambahnya

Menanggapi ini, Walikota Serang, Syafrudin menuturkan jika saat ini Pemkot Serang akan melakukan kajian terebih dahulu akan atau tidaknya kerjasama dilanjutkan.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

“Kami (Pemkot Serang) masih mengkaji keputusan tersebut. Apakah tetap dilanjutkan atau memutus kerjasama tersebut nanti kita rapatkan dengan Forkopinda,” pungkasnya. (SSC-03/Red)