SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang tampaknya masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menjadikan Kota Serang sebagai Kota Metropolitan. Hal itu dibahas dalam apat percepatan pembangunan Kota Serang menjadi Kota metropolitan di Kantor Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, Selasa, (10/3/2020).
Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin mengatakan, ada 16 indikator yang harus dipenuhi dalam mewujudkan sebuah kota menjadi metropolitan. Saat ini dari 16 indikator, 8 diantaranya masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Serang.
Untuk menjadi metropolitan, kata dia, Kota Serang harus memiliki sarana transportasi massal seperti Bus Rapid Transit atau (BRT) Light Rapid Transit (LRT) LRT atau Mass Rapid Transit (MRT) dan Aglomerasi. Sarana transportasi tersebut nantinya akan saling terintegrasi dengan konsep Transit Oriented Develompment (TOD) atau mengkoneksikan moda kereta api dengan angkutan bus atau angkutan massal lainnya.
Selain harus berkonsep TOD, lanjutnya, Kota Serang harus memiliki Land Mark atau Identitas Kota Serang. Menurutnya, hal itu sudah bisa terjawab jika revisi RTRW disetujui.
Selanjutnya, indikator lainnya untuk menjadi kota metropolitan yakni Rumah Sakit harus Tipe A. Saat ini, RSUD Kota Serang berkategori C dan harus ditingkatkan.
Kemudian yang juga harus dilakukan yakni penyediaan pengelolaan air bersih di Kota Serang lewat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kelima, Pengelolaan air bersih tugas PDAM. Kita ada peluang-peluang yang bagus, ada penyerahan dari Malaysia yang akan menyerahkan yang sudah mandeg di Kelurahan Tembong,” katanya.
Pengelolaan Instalsi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga kata Subadri merupakan PR yang harus disediakan oleh Pemkot Serang.
“Keenam adalah IPAL, IPAL juga kita yang semula pembuangan tinja itu kan dulu kita mau bikin di sukawana tapi ditolak sama masyarakat tinggal bikin DED ulang sekarang di tempat yang berbeda, Kasemen tetap tapi masih di Kelurahan Bendung,” ucapnya.
Ia mengakui, masih ada dua PR lain yang juga musti dipenuhi Pemkot Serang yakni mensinkronkan program pemerintah provinsi dan pusat.
Menurut Subadri, realisasi Kota Serang menjadi metropolitan bukanlah pekerjaan yang mudah. Butuh pengerjaan secara jangka panjang.
“Mensukseskan metropolitan itu tidak dengan serta merta. Ada tahapan-tahapan, untuk menuju Kota Serang metropolitan ini kan juga tidak ada target berapa tahun, bisa 3, 5, mungkin juga 10 tahun,” ucapnya.
Meski masih memiliki segudang PR, Pemkot sudah mulai mewujudkannya. Sejumlah program pada tahun ini sudah mulai dikerjakan seperti revitalisasi Alun-alun dan pembangunan RTH.
“Tahun ini ada tahapan Perkim, tadi dalam rangka mewujudkan Kota Metropolitan itu sudah bikin Embung, merevitalisasi Alun-alun, membangun Ruang Terbuka Hijau dan Alun-alun di satu Kecamtan, membuat taman K3, IPAL, itu juga satu pewujudan dalam rangka mensukseskan Kota Serang menjadi Kota Metropolitan,” paparnya. (MG-01)

