20.1 C
New York
Minggu, Mei 24, 2026
Beranda Peristiwa Banjir di Cilegon Akibatkan 9 Tembok Penahan Tanah Jebol

Banjir di Cilegon Akibatkan 9 Tembok Penahan Tanah Jebol

0
391

CILEGON, SSC – Banjir yang belum lama ini terjadi di Kota Cilegon mengakibatkan 9 tembok penahan tanah (TPT) yang ada di sejumlah wilayah, jebol.

Walikota Cilegon, Robinsar menyatakan, fokus utama yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon terhadap bencana banjir, yakni dengan melakukan perbaikan sarana prasarana yang rusak akibat banjir. Hal ini dilakukan guna mencegah dampak yang lebih luas ke pemukiman warga. Salah satunya dengan memperbaiki TPT yang jebol.

“Kita sedang kebut pembangunan sarana yang rusak. Banjir kemarin menyebabkan banyak TPT jebol, sehingga air lari ke rumah warga. Sekarang pendataan dan pekerjaan terus berjalan di titik-titik yang memungkinkan,” kata Walikota, Selasa (13/1/2025).

Selain perbaikan fisik TPT, Pemkot Cilegon juga melakukan langkah preventif dengan melakukan normalisasi aliran air. Hal ini dilakukan untuk memastikan debit air hujan dapat mengalir lancar ke saluran pembuangan (drainase).

“Pemkot Cilegon telah melakukan normalisasi kali, melakukan penertiban bangunan liar sebanyak 80 yang berada di wilayah area Jalur Lingkar Selatan (JLS). Tujuannya agar saat hujan dengan debit normal, air bisa langsung masuk ke selokan dan mengalir lancar, tidak tersumbat,” tambah Walikota.

Robinsar mengaku, akan secepatnya menuntaskan perbaikan TPT yang rusak.

“Sembilan TPT yang ambruk ini secepatnya kita perbaiki. Untuk pastinya, bisa ditanyakan ke Kadis PUPR Cilegon,” ungkapnya.

Semantara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon, TB. Dendi Rudiatna menyebutkan sembilan TPT yang ambruk ini tersebar di beberapa wilayah. Yakni, di Perumahan Praja Mandiri ada 3 titik, Kalong Ciwedus ada 1 titik, Samandaran ada 1 titik, Gerem ada 2 titik dan Ciwandan ada 2 titik.

“9 TPT yang ambruk ini disebabkan oleh arus air yang cukup besar sehingga tidak dapat menampung curah hujan yang cukup tinggi. Tak hanya itu, usia TPT yang sudah lama dan banyaknya sampah yang menghalangi sehingga membuat TPT ambruk,” kata Dendi.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih kesulitan untuk memperbaiki TPT yang ambruk tersebut. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dinas PUPR baru membuat tanggul sementara sambil menunggu air di sungai tersebut surut.

“Sementara pakai tanggul dulu sambil menunggu air surut baru ada proses proyek secara permanen. Kami pun tidak bisa perkiraan kapan bisa dilakukan,” ungkapnya.

Soal anggaran perbaikan TPT, Dendi pun memastikan akan mengalokasikannya.

“Insa Allah pasti ada (anggaranya),” harapnya. (Ully/Red)