20.1 C
New York
Sabtu, April 25, 2026
BerandaPemerintahanBanjir Kali Kruwuk, Dewan Minta Industri Sekitar Terlibat Turun Tangan

Banjir Kali Kruwuk, Dewan Minta Industri Sekitar Terlibat Turun Tangan

-

CILEGON, SSC – Warga Lingkungan Kruwuk, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon akhirnya duduk bersama dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon membahas masalah banjir yang terjadi pada Minggu, 29 Desember 2019 lalu.

Pada rapat dengar pendapat di ruang rapat DPRD Cilegon, Rabu (8/1/2020), warga menumpahkan keluhan banjir yang telah menyengsarakan mereka. Hadir dalam rapat, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Cilegon, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Ridwan, Kelurahan Rawa Arum Saptuji, perwakilan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI), PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), PT Air Liquid.

Ketua Komisi II DPRD Cilegon Faturohmi mengatakan, banjir di Lingkungan Kruwuk terjadi karena pembuangan air ke laut yang ada disekitar pemukiman warga menyempit. Akibat itu, banjir meluap dan merendam rumah warga.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya meminta agar eksekutif segera membentuk tim penanganan banjir di Lingkungan Kruwuk. Baik DPUTR dan Disperkim diminta dapat berkoordinasi dengan industri sekitar untuk segera melakukan normalisasi Kali Kruwuk.

“Kami tegaskan agar seluruh industri kita wajibkan untuk mengikuti instruksi dan arahan kita hari ini. Industri-industri inilah yang nantinya berperan aktif dalam konteks pelaksanaannya. Kami minta industri yang menyiapkan lahan itu sodetan baru ke laut), lahan itu harus dipaksa menjadi aliran sungai. Kita minta dari KIEC untuk menyiapkan lahannya,” ujarnya.

Selain normalisasi, lanjutnya, solusi banjir perlu pembangunan sodetan baru. Hal itu perlu agar air yang mengalir lancar dan tidak lagi merendam rumah warga.

“Sodetan baru diperlukan karena di hulu Kali Kruwuk juga banyak aliran sungai,” tambahnya.

Sementara, Kepala DPUTR Kota Cilegon Ridwan mengaku, Lingkungan Kruwuk bukanlah satu dari 52 titik yang tergolong area titik banjir. Menurutnya, kejadian banjir di Kruwuk merupakan masalah baru. Masalah tersebut juga bukan persolan Lotte saja namun penanganannya perlu melibatkan sejumlah industri dikawasan tersebut.

“Selama ini Kruwuk bukan titik banjir. Banyak kewenangan yang terlibat akibat banjir itu. Itu perlu dukungan industri serta masyarakat juga,” terangnya.

Untuk mencari solusi, kata Ridwan, pihaknya siap mengkoordinir penanganan banjir di Lingkungan Kruwuk.

“Ini harus ada beberapa yang terlibat, baik dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi,” urainya.

General Manajer PT LCI Marijono mengaku siap melakukan yang diaspirasikan warga Lingkungan Kruwuk. Diantaranya akan menormalisasi kali dan membangun sodetan baru. Ia mengutarakan, banjir di Kruwuk harus diatasi bersama bukan hanya Lotte namun juga PT Kereta Api Indonesia, Mitsubishi Cemical Indonesia, PT KIEC PCM dan industri lainnya.

“Kami siap saja ketika untuk segera mengeruk, back hoe kita siapkan,” ujarnya.

Ketua Rukun Warga (RW) 07, Kelurahan Rawa Arum, Taufiqurohman mengatakan, warga sebelumnya memang sempat mengeruduk dan menuding Lotte sebagai biang penyebab banjir. Namun setelah membahasnya, masalah banjir bukan hanya persoalan aktivitas pengurugan Lotte saja. Dalam hearing terungkap normalisasi saluran air tidak dapat dilakukan karena terkendala lahan PCM dan KIEC.

“Cuman karena tadi menyangkut tanah KIEC, tanah PCM juga maka ini yang menjadi kendala. PCM tidak akan memberi (lahan untuk saluran) sebelum dia membangun, KIEC juga sama, tidak ada keputusan. Makanya sebenarnya ini sudah ada solusi dengan syarat PCM dan KIEC, harus sama-sama seriama dengan Lotte,” paparnya.

Ia memperingatkan, agar industri sekitar termasuk PCM dan KIEC terlibat menangani masalah banjir warga Lingkungan Kruwuk supaya tidak berkepanjangan.

“Tidak alasan lagi mereka tidak terlibat. Makanya saya keras, kalau KIEC dan PCM, banjir ini mereka tidak bertindak, saya akan duduki sama dengan warga, kantor KIEC dan PCM,” tegasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini