
CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKPAD Kota Cilegon, Tunggu Fernando Simanjuntak tak menampik jika masih banyak akses jalan milik Kota Cilegon belum memiliki legalitas hukum tetap alias bersertifikat. Tak hanya akses jalan yang belum bersertifikat, lahan pertanian, hingga eks tanah bengkok juga belum bersertifikat.
“Jika melihat dari data, ada 200 aset milik Kota Cilegon belum bersertifikat. Salah satunya akses jalan. Tahun ini, kita menargetkan 200 ini sudah memiliki sertifikat,” kata Tunggul ditemui di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Senin (9/2/2026).
Senada dengan Tunggul, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra menyatakan, ruas jalan milik Pemkot Cilegon yang belum bersertifikat rata-rata lokasinya di perbatasan antara Kota Cilegon dengan Kabupaten Serang.
“Fokus awal kita adalah aset jalan. Rata-rata berada di daerah perbatasan, contohnya seperti Jalan Lingkar Selatan (JLS). Meskipun secara administrasi wilayah mungkin masuk ke daerah tetangga (Kabupaten Serang), namun badan jalannya adalah aset murni milik Pemkot Cilegon,” ungkap Aziz.
Aziz menerangkan, Pemkot Cilegon menargetkan sedikitnya 200 bidang tanah dapat tersertifikasi pada tahap awal. Pihaknya juga tengah melakukan penataan ulang terhadap sertifikat Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) yang telah diserahterimakan oleh pengembang.
“Kalau ada aset yang ada di perumahan belum beralih nama, kami (Pemkot Cilegon) mendesak agar segera dialihkan atas nama Pemerintah Kota Cilegon,” tegas Aziz.
Aziz pun tak menampik, Pemkot Cilegon melalui Bidang aset pada BPKPAD Cilegon, akan melakukan koordinasi intensif Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kota Cilegon.
“Persoalannya sebenarnya sederhana, ini hanya soal kemauan. Tinggal kita mau atau tidak. Dan sekarang, saya tegaskan bahwa Pemkot harus fokus menyelesaikan ini demi keamanan aset daerah,” ujar Aziz.
Dengan sertifikasi yang jelas, Pemkot Cilegon berharap aset-aset yang ada, termasuk lahan yang belum dimanfaatkan, dapat dikelola dengan lebih maksimal untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan kota di masa depan. (Ully/Red)




