SERANG, SSC – Ada yang menarik dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuskot) Serang dalam menghadapi parkir sembarangan yang dilakukan oleh warga di depan Kantor Disperpuskot. Salah satunya dengan menarik tarif parkir sekitar Rp 20.000 per kendaraan.

Penarikan tarif Rp 20.000 ini dimaksudkan untuk memberikan kesadaran para pemilik kendaraan untuk tidak memarkirkan kendaranya secara sembarangan sehingga menganggu tamu/pengunjung ke Dinas Perpsustakaan.

Salah satu pegawai Disperpuskot, Arip Jaya mengaku kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh warga yang selalu memarkirkan kendaraanya di depan pintu kantor dinas sehingga menganggu pengunjung, tamu dan staf yang keluar masuk ke dalam dinas.

“Saya kesal aja kendaraan di parkir sembarangan kaya begini. Apalagi kalau ada kendaraan yang mau keluar masuk ke dinas pasti sulit keluar. Jadi mau enggak harus pasang begini,” kata Arip kepada awak media ditemui di halaman Perpustakaan Kota Serang, Kamis (26/11/2020).

Kondisi seperti ini, sambung Arip, sudah dua bulan terjadi. Meski begitu, dirinya tidak menarik uang Rp 20.000 ke pemilik kendaraan.

“Meskipun saya pasang penarikan spanduk Rp 20.000 per kendaraan tapi enggak kami ambil. Ini dilakukan biar warga tidak parkir sembarangan dan menganggu kendaraan yang keluar masuk ke dinas. Intinya, agar rapi aja biar gak parkir sembarangan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, Wahyu Nurjamil tak menampik adanya tulisan penarikan Rp 20.000 per kendaraan yang dipasang di gerbang kantor Disperpuskot.

“Iyah benar itu dipasang sama staf kami. Tapi enggak benar-benar di tarik kok. Biar rapi aja dan gak sembraut begini. Kalau urusan parkir kita ikut ke Disdukcapil,” ucapnya. (SSC-03/Red)