20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
Beranda Pemerintahan Serapan Anggaran Triwulan I/2026 Kota Cilegon Rendah, Baru Terserap 17 Persen

Serapan Anggaran Triwulan I/2026 Kota Cilegon Rendah, Baru Terserap 17 Persen

0
475
Kantor Pemerintahan Kota Cilegon. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade mengatakan, serapan anggaran belanja Pemerintahan Kota (Pemkot) Cilegon pada Triwulan I Tahun 2026 masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah karena pada periode itu, pekerjaan atau program yang dijalankan masih dalam proses persiapan.

Diketahui, anggaran belanja daerah pada Triwulan I/2026 terserap 17 persen atau mencapai Rp 342 miliar. Jumlah tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp 2 triliun.

Sementara untuk pendapatan daerah terealisasi 20,84 persen atau sebesar Rp 200 miliar. Dana transfer terealisasi 30 persen atau mencapai 235 miliar.

“Untuk realisasi pendapatan dan belanja, memang di Triwulan I ini memang masih rendah. Kenapa seperti itu, karena terkait dengan pendapatan tentunya ini masih dalam tahap mempersiapkan. Contoh untuk PBB, kan tidak bisa di Januari, bisanya terealisasi di Maret,” ujar Aziz, Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Selasa (7/4/2026).

Aziz menyatakan, saat ini Pemkot Cilegon baru merealisasikan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 200 miliar dari target yang ditetapkan Rp 970 miliar. Tentunya PAD harus terus dikerek karena berpengaruh pada serapan anggaran belanja modal.

“Tentunya ini perlu kita tingkatkan lagi dari sisi proses pendapatannya, sehingga memasuki triwulan II, signifikan pedapatannya. Tentunya ini berdampak juga terhadap belanja modal,” ucapnya.

Aziz menguraikan, pihaknya pada Triwulan II akan fokus untuk mengerek PAD baik dari peningkatan pendapatan pajak daerah dan rektribusi daerah.

“Untuk triwulan II, kita akan mendongkrak dari pendapatan asli daerah. Kalau transfer kan sudah terajdwal. Untuk PAD ini kita akan melakukan penggalian poteni dari sisi pajak, PBB. Kemudian PPJU juga sama, untuk BPHTB, kita menyesuaikan transaksi transaksi jual beli,” bebernya.

“Termasuk opsen pajak pun dari Pemrov Banten, sudah melakukan kegiatan optimalsaisi pajak kendaraan. Mudah-mudahan Triwulan II, bisa mendongkrak juga,” sambungnya.

Sementara untuk serapan anggaran di Triwulan II, kata Aziz, saat ini Pemkot mulai memproses pengadaan pekerjaan. Pihaknya mengharapkan di akhir Triwulan II, pekerjaan yang tidak menyedot anggaran besar dapat terealisasi di akhir Triwulan II.

“Untuk belaja di Triwulan II ini, kita sudah mulai proses pengadaannya. Sehingga 1 bulan sudah bisa ke pekerjaan fisiknya, sehingga di akhri Triwulan II ada yang bisa direalsiasikan belanjanya,” paparnya.

Sementara untuk pekerjaan kontruksi atau pembangunan yang membutuhkan waktu pekerjaan panjang dan anggaran besar diperkirakan akan direaliasikan Triwulan III.

“Untuk kontruksi, waktunya agak lebih lama. Sehingga realsiasi belanjanya kemungkinan baru bisa kita realisasikan di triwulan III,” terangnya.

Aziz menyinggung untuk tahun ini Pemkot akan fokus pada sejumlah program prioritas. Prioritas itu diantaranya pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Pembangunan infrastrutur menyangkut peningkatan jalan dan peningkatan konstruksi drainase serta pemeliharaan.

“Saat ini yang rutin, tentunya infrastruktur penigkatan jalan. Alakagi kemarin kita melewati bencana banjir, dari sisi peningkatan kontruksi draines, pemeliharaan, kita prioritaskan kesana,” paparnya.

Sementara di bidang kesehatan, Pemkot fokus melakukan pembangunan RSUD Lima lantai lanjutan.

“Kemudian pembangunan baik itu rumah sakit, pembangunan puskesmas di grogol, yang lainnya ini memang sudah kita rencanakan apa yang tertuang dalam APBD 2026 ini,” terangnya seraya menjelaskan Pemkot di bidang pendidikan akan fokus rehabilitasi sekolah. Serta menargetkan pembangunan rumah tidak layak huni pada tahun ini sebanyak 147 unit. (Ronald/Red)