Bekas galian tambang batu di Lingkungan Cikuasa Dalam, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon disulap warga menjadi objek wisata, Selasa (28/9/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Warga Lingkungan Cikuasa Dalam, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon menyulap bekas tambang pasir di wilayahnya untuk menjadi destinasi wisata. Destinasi ini diberi nama Situ Batu Benteng.

Awalnya, warga menjadikan lokasi bekas galian batu sebagai destinasi wisata Situ Batu Benteng karena mengetahui lokasi tersebut tidak terpakai ditinggal pemiliknya. Kemudian lokasi juga terabaikan dan kerap menjadi tempat bermain anak.

Karena itulah, warga pada April 2021 lalu kemudian berembuk dan secara swadaya membuat lokasi itu menjadi tempat wisata yang bernilai ekonomis.

“Jadi karena kondisinya dibiarkan begitu saja dan banyak anak-anak juga khawatir ada kejadian, jadi kita bangun ini dengan hasil swadaya masyarakat,” kata tokoh masyarakat setempat, Diah Nugroho kepada awak media di lokasi, Selasa (28/9/2021).

Baca juga  Truk Tangki Air Minum Tabrak Rumah Makan dan Bengkel di Merak, Sopir Tewas Ditempat

Untuk menjadikan destinasi wisata, warga secara swadaya menggalang dana. Kata Diah, dana yang terkumpul mencapai Rp 70 juta digunakan untuk membangun beberapa fasilitas seperti spot memancing bagi pengunjung.

“Untuk saat ini tempat wisatanya belum dibuka untuk umum hanya dimanfaatkan oleh warga sekitar saja,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Lurah Gerem, Deni Yuliandri mengatakan, Situ Batu Benteng memiliki luas sepanjang 20.000-30.000 meter persegi dengan kedalaman air 4 hingga 5 meter. Konsep yang ditawarkan pada objek wisata ini kedepan, yaitu, akan menjadi lokasi istagramable, flotting restoran atau restoran terapung. Namun, karena terbentur biaya, warga baru bisa merealisasikan spot pemancingan bagi para wisatawan.

“Nantinya, bekas galian batu ini akan diubah menjadi tempat wisata kuliner dan memancing,” beber Deni.

Baca juga  Tabrakan di Depan Gedung DPRD Banten Libatkan Mobil Fortuner dan 2 Motor, Satu Orang Tewas

Meski demikian, Deni tak menampik jika pemerintah harus berusaha keras untuk mewujudkan objek wisata ini. Sebab, saat ini pemerintah masih terbentur dengan status kepemilikan tanah yang belum jelas.

“Jadi perintah harus tahu dulu ini tanah siapa. Karena sampai sekarang status kepemilikannya masih belum jelas,” pungkasnya. (Ully/Red)