Pengendara melintas di depan SDN Walikukun, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis (20/5/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Rencana Pemerintah Kota Cilegon menambah unit SMPN baru dengan penggabungan SDN kembali bergejolak. Setelah sebelumnya muncul gejolak pembangunan SMPN 12 di Purwakarta, kini pembangunan SMP baru di SDN Walikukun Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil juga terjadi serupa. Para orang tua wali murid di sekolah tersebut menolak rencana Dinas Pendidikan (Dindik) menghapus SDN Walikukun menjadi SMPN.

Salah satu alumni SDN Walikukun Yenti Sustina (36) menolak dengan keras atas rencana tersebut. Karena ratusan anak murid di sekolah masih aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Penolakan tersebut awalnya muncul karena
beredar sebuah video kegiatan kumpulnya Ketua RT, RW, kepsek dan para guru ingin menghapus SDN Walikukun.

“Di dalam video ini dihadiri juga oleh Ketua RW dan para RT yang dihadiri kepsek dan para guru. Isinya tentang penghapusan SDN Walikukun menjadi SMP Negeri. Saya upload video itu ke YouTube agar dilihat banyak orang,” kata Yenti kepada awak media saat ditemui di Lingkungan Gunung Asem, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kamis (20/5/2021).

Baca juga  Tingkatkan Herd Immunity di Cilegon, NS Bluescope dan PMI Gelar Serbuan Vaksinasi

Ia mengaku sungguh kecewa dengan pernyataan yang diucapkan para pihak di dalam video tersebut. Bahkan dalam video itu ada ucapan menyebut eks SDN Walikukun. Yenti pun heran dengan ucapan-ucapan itu. Jika disebut eks SDN Walikukun lantas apa status para murid.

“Dalam video ini, justru Pak RW menyebutkan eks SDN Walikukun. Kok gitu! Kalau memang eks SDN Walikukun, lalu anak-anak kami yang melakukan sekolah daring gimana kondisinya? Terus nanti kalau anak kami lulus, mereka bilang alumni apa? Kan aneh jadinya,” ungkapnya.

Senada dengan Yenti, orang tua wali murid lainya, Meta Komalasari (35) menolak keras rencana pemerintah tersebut. Munculnya masalah itu, kata dia, seluruh wali murid bersepakat untuk menolaknya.

“Sebagai bentuk kekecewaan kami dan penolak penghapusan sekolah ini, kami semua wali murid telah menandatangi penolakan sekolah untuk dijadikan SMP tersebut,” paparnya

Baca juga  Laka di Tanjakan Maut JLS Kembali Terjadi, Truk Pengangkut Air Mineral Terguling

“Kenapa sekolahnya tiba-tiba dihilangkan, itu satu-satunya SD Negeri di wilayah kami,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dindik Kota Cilegon Ismatulloh, tak menampik jika pemerintah akan menghapus SDN Walikukun menjadi SMP Negeri. Meskipun demikian, ia meminta agar wali murid tidak resah dengan penghapusan sekolah tersebut:

“SDN Walikukun memang masuk ke dalam daftar, itu sesuai usulan masyarakat. Kami meminta agar wali murid tidak resah dengan penghapusan sekolah tersebut,” ucapnya.

Terpisah, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengakui, Pemkot merencanakan penambahan SMP Negeri baru dalam waktu dekat. SMP Negeri baru diantaranya akan dibangun di Kecamatan Purwakarta, Grogol, dan Citangkil.

Soal gejolak penolakan SDN Walikukun dari orang tua siswa, Helldy memutuskan tidak melanjutkan penghapusan SDN Walikukun.

“SDN Walikukun batalkan, coba kaji yang di Tamansari, Citangkil,” pungkasnya. (Ully/Red)