Skateboarder bermain papan luncur di Taman Bermain Anak Kota Cilegon, Kamis (20/5/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Minat anak muda menjajal olahraga ekstrem skateboard begitu tinggi di Kota Cilegon. Sayangnya, minat ini tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana kepada skateboarder.

Para skateboarder yang berjumlah sekitar 100 orang di Cilegon ini hanya bisa bermain di arena seadanya. Bahkan mirisnya, mereka saat memainkan papan luncur harus bercampur dengan anak-anak di Taman Layak Anak, Kota Cilegon.

Skateboarder bermain di box seadanya saat di Taman Layak Anak

Kondisi inipun diceritakan oleh salah seorang skateboarder, Adjie Wouteres (35). Pria yang tergabung dalam Komunitas Cilegon Skateboard menceritakan, dia dan rekan-rekannya menumpang tempat bermain skateboard di Taman Layak Anak sejak 2019 lalu karena keterbatasan sarana. Pada tahun itu pula, pemerintah menjanjikan akan menyediakan Arena Skateboard di samping SMP Al Hadid Cilegon.

“Waktu itu sudah ada yang datang, dari pihak Dinas Perkim. Jadi disamaping Al-Hadid mau dibuat sport station, mereka (Disperkim) sudah datang dengan konsultannya. Mau bikin skatepark di sport station disitu,” ungkapnya, Kamis (20/5/2021).

Baca juga  Helldy-Sanuji Dengan Elit Parpol Cilegon Makan Siang Satu Meja, Bicara Konsolidasi Politik?

Kata Aji, janji pun tinggal janji. Mimpi yang diinginkan skateboarder tidak kunjung terealisasi. Pun saat coba ditanya soal progress, pemerintah beralasan skatepark belum bisa dibangun karena anggaran tersedot untuk penanganan Covid-19.

“Awalnya kita senang. Desain sudah masuk, ukuran sudah didiskusikan dengan kita. Ternyata tahun kedepannya, kita tanya, tidak ada prospeknya. Capek juga terus memohon,” tuturnya.

Ia mengaku, miris jika sampai saat ini skateboarder masih bermain di Taman Layak Anak. Karena menurutnya lokasi tidak representatif. Apalagi saat bermain papan luncur bercampur dengan anak-anak sangat berbahaya dan berisiko tinggi.

“Ini kan olahraga ekstrem. Bergerak cepat dan esktrem, takut kena anak-anak yang lagi bermain. Kadang kita nggak mau ganggu juga,” ujarnya.

Diketahui satu dari 10 janji politik Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta menyediakan sarana yang memadai untuk komunitas/penghobi. Mengenai itu, dia dan rekan-rekannya ingin dengan kepala daerah yang menjabat saat ini bisa menyediakan tempat yang representatif. Karena olahraga skateboard bukan saja untuk berolahraga namun memacu skateboarder berprestasi. Seperti yang pernah diikuti skateboarder Cilegon pada even Indonesia Open X-Sport Championship (IOXY) 2017 lalu mengukir Juara 2 kategori open.

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

“Pinginnya (skatepark) cepet sih. Karena skatepark di tempat lain seperti di Tangerang, Tigaraksa, Pandeglang, Serang sudah ada. Kita malah masih disini (Taman Layak Anak). Kita pengen prestasi kayak 2017 lalu, atlet asal Cilegon Juara 2 di Ioxy,” tandasnya.

“Kita minta, diperhatikan lah. Toh kemarin 4 calon (kepala daerah), kemarin (Pilkada 2020) datang kesini. (Kepala daerah) yang sekarang juga datang. Kalau cuman janji-janji, sama saja. Kita diperhatiin lah. Karena kedepan dengar skateboard masuk di PON, terus ada event lain juga,” pungkasnya. (Ronald/Red)