CILEGON, SSC – Sebanyak 3.000 buruh dari berbagai organisasi di Kota Cilegon bakal menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu (2/10/2019) pagi. Para buruh ini akan turun ke jalan menagih janji politik yang disampaikan oleh Presiden RI (Republik Indonesia) untuk merealisasikan perubahan atau Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 yang tak kunjung terealisasi hingga saat ini. Tak hanya persoalan tersebut, buruh juga akan menyampaikan sejumlah tuntutan.
Ketua KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Buruh Indonesia Cilegon), Muhammad Ashari mengatakan, demo akan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul dari PT Candra Asri dan Merak. Buruh yang akan disiapkan sebanyak 3.000 dari 5 federasi buruh. Yakni SPKEP (Serikat Pekerja Kimia Energi, Pertambangan dan Umum), kedua, SPMI (Serikat Pekerja Metal Indonesia), ketiga, FSPBC (Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon), keempat, KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Cilegon dan Lowmenik (Logam Mesin Elektronik).
“Dalam aksi ini, kami akan menyampaikan 3 tuntutan yang akan kami sampaikan. Yaitu, Kami (buruh,red) menangih janji manis yang disampaikan oleh Pak Joko Widodo selama beliau kampanye terkait PP (Peraturan Pemerintah tahun 78 tahun 2015 tentang upah. Kedua, kami meminta agar presiden tidak menaikan iuran BPJS, jangan merevisi UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” kata Ashari melalui sambungan, Senin (1/10/2019) seraya mengatakan, aksi ini akan digelar juga di Jakarta dengan tuntutan yang serupa.
Sementara itu, Wakapolres Cilegon, Kompol Andra Wardhana mengatakan, pihaknya akan mengamankan jalannya aksi tersebut, Polres Cilegon menyiapkan beberapa anggota personel kepolisian. Ini dilakukan, agar pelaksanaan demo tersebut dapat berjalan dengan tertib dan nyaman khususnya saat menuju dari Cilegon ke KP3 Banten.
“Personel ada yang sudah kita persiapkan. Kita siapkan personel ini agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan kondusif dan damai,” terangnya.
Andra menghimbau, agar para buruh yang melakukan aksi tersebut lebih mengedepankan kepentingan yang benar-benar sesuai dengan apa yang diiginkan oleh para buruh. Bahkan, ia juga meminta agar tidak ada pihak lain yang justru menumpangi aksinya tersebut.
“Kami meminta kepada para buruh tidak ada pihak-pihak lain yang menumpangi aksi para buruh ini,” ucap Andra. (Ully/Red)

