Kepala KPw BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja memaparkan proyeksi keuangan di Provinsi Banten dalam acara kegiatan taklimat media laporan perekonomian Provisni Banten periode Mei 2021 di Hotel Novus Jiva, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (22/6/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten rupanya mengambil kebijakan dengan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2021 dari sebelumnya 5 persen menjadi 3 hingga 4 persen. Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi ini lantaran adanya pademi covid-19 sehingga tidak memungkinkan target ekonomi bisa tercapai.

Kepala KPw BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi di Banten untuk 2021 dilakukan penyesuaian mengingat adanya revisi untuk tingkat nasional. Untuk proyeksi pertumbuan ekonomi nasional pasca revisi sendiri berada di 4,1 hingga 5,1 persen.

“Melihat perkembangan di nasional juga direvisi di 4,1 hingga 5,1 persen. Jadi untuk di Provinsi Banten juga diturunkan menjadi sebesar 3 sampai 4 persen,” beber Erwin saat memaparkan kondisi ekonimi di Banten kepada awak media pada kegiatan taklimat media laporan perekonomian Provisni Banten periode Mei 2021 di Hotel Novus Jiva, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (22/6/2021).

Ia menjelaskan, selain kebijakan di tingkat nasional, revisi proyeksi juga dilakukan dengan melihat beberapa perkembangan dalam progres di triwulan IV 2020 yang belum memenuhi harapan. Pada triwulan IV 2020 pihaknya berharap bisa berdampak positif pada triwulan I 2021 adalah pada sektor konsumsi.

“Itu kita perkirakan cukup positif di triwulan I tapi ternyata masih belum juga menunjukkan daya dorong yang kuat untuk pertumbuhan,” katanya.

Dipaparkan Erwin, BI Banten melihat bahwa sektor konsumsi rupanya masyarakat masih menahan diri. Faktor kedua adalah bantuan sosial (bansos) yang kemungkinan juga belum terlalu kuat mendorong konsumsi. Sebab, kemungkinan tidak seluruhya didorong untuk sektor konsumsi.

“Kita melihat bahwa perkembangan di triwulan I (2021) masih ada beberapa hal yang belum on the track. Lihat juga di industri pengolahan awalnya kita melihat sudah cukup positif. Industri kimia, alas kaki dan baja bisa memberikan kontribusi positif (tapi) ternyata masih di bawah ekspektasi kita,” ungkapnya.

Baca juga  Wali Murid SDN di Cilegon Keluhkan Pembelian Buku Paket Ditengah Pandemi

Adapun faktor selanjutnya secara nasional perekonomian masih dihadapkan pada pandemi Covid-19 yang belum usai dan kebijakan pembatasan kegiatan. Meski demikian, untuk triwulan II 2020 pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa positif. Pasalnya, meski capaian pada triwulan IV 2020 dan tritulan I 2021 masih terkontraksi namun persentase quartal to quartal (q-to-q) terus naik.

“Kami melakukan proyeksi lebih berhati-hati mempertimbangkan efek dari pandemi Covid-19,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan Erwin, perekonomian Banten semakin tumbuh membaik, secara q-to-q, pertumbuhan perekonomian Banten tumbuh sebesar 0,78 persen. Sementara secara year on year (yoy) kontraksi semakin mengecil menjadi sebesar -0,39 persen. Secara sektoral, perbaikan kondisi ekonomi Provinsi Banten terutama didorong oleh peningkatan pada hampir seluruh sektor utama di Provinsi Banten.

“Terdapat sektor yang tumbuh meningkat pada triwulan I 2021 seperti sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, sektor Pengadaan Air, sektor Informasi dan Komunikasi, sektor Konstruksi, serta sektor real estate,” lanjut Erwin.

Dari sisi pengeluaran, perbaikan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan ini terutama didorong oleh membaiknya pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Di sisi lain, konsumsi rumah Tangga dan net ekspor total secara triwulanan juga mengalami perbaikan. Meskipun secara tahunan masih terkontraksi tipis sebesar -1,69 persen (yoy) dan -4,62 persen (yoy).

Dari sisi perkembangan harga, Inflasi Provinsi Banten pada triwulan I 2021 tercatat sebesar 1,39 persen (yoy). Itu lebih rendah dibandingkan historis inflasi 3 tahun terakhir maupun inflasi triwulan IV 2020 yang masing-masing sebesar 3,41persen (yoy) dan 1,45 persen (yoy).

“Percepatan pemulihan ekonomi didukung perluasan vaksinasi akan mendorong berlanjutnya tren peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat serta menyebabkan peningkatan tekanan inflasi,” katanya.

Baca juga  Bahas RPJMD 2021-2026, Pansus DPRD Cilegon Temukan Banyak Penyusunan Program Menyimpang Permendagri

Erwin menegaskan, KPw BI Provinsi Banten akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku terkait guna mendorong pertumbuhan ekonomi Banten. Terdapat beberapa hal yang kiranya menjadi key success factor mempercepat pemulihan ekonomi.

“Dengan memanfaatkan langkah-langkah terobosan, guna mendorong kinerja ekspor sejalan dengan perbaikan ekonomi global. Itu terutama untuk industri alas kaki dan baja, serta UMKM Banten,” tegasnya.

Adaun langkah-langkah itu terdiri atas yang pertama, memperkuat daya saing Provinsi Banten sebagai daerah tujuan investasi. Kedua, optimalisasi eksternalitas positif dari penyelesaian berbagai proyek infrastruktur dan konektivitas guna semakin menarik minat para investor.

Ketiga, terus menjaga momentum pertumbuhan sektor pertanian yang tetap tercatat positif selama pandemi, dengan dukungan mekanisasi serta hilirisasi. Keempat, mempercepat linkage antara skill SDM yang dibutuhkan korporasi dengan lembaga pendidian. Kemudian mendorong pemanfaatan program super deductible tax bagi korporasi Banten.

“Langkah sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 di atas 3 persen secara yoy dan menjaga pencapaian inflasi di level stabil dalam kisaran nasional plus minus 3 hingga 1 persen,” tuturnya.

Deputi Kepala BI Provinsi Banten Gunawan mengatakan, berdasarkan laporan yang disajikan sektor pertanian di Banten kini maish tumbuh. Hal itu menjadi hal yang positif karena sektor tersebut bisa menjadi penopang agar ekonomi Banten tidak jatuh terlalu dalam saat terpuruk.

“Pertanian sampai sekarang masih menunjukan pertumbuhan yang positif. Struktur di Banten masih punya sektor pertanian yang cukup kuat menopang untuk tidak lebih terpuruk lagi ketika jatuh,” ujarnya.

Perlu diketahui, awalnya BI sendiri memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 dikisaran 4,3 higga 5,1 persen. Sementara KPw BI Banten berada di angka 4,9 hingga 5,9 persen. (Ully/Red)