TANGERANG, SSC – Penggagalan aksi penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) kembali dilakukan Badan Karantina Indonesia (Barantin). Melalui Satuan Pelayanan Bandara Soekarno Hatta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten Barantin, upaya penyelundupan ekspor Benih Bening Lobster (BBL) sebanyak 78.750 ekor Benih Bening Lobster (BBL) digagalkan.

“Penyelundupan BBL tersebut berhasil digagalkan  karena tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan karantina dan juga tidak dilaporkan ke petugas karantina,” ungkap Kepala Karantina Banten, Turhadi Noerachman, Rabu (26/6/2024).

Turhadi menuturkan, penggagalan penyelundupan BBL yang akan diekspor ke Singapura ini  merupakan kolaborasi antara Pihak Bea Cukai dan Karantina Banten, ketika melakukan pengawasan di Bandara Soekarno Hatta.

Baca juga  Pengurus DPW ISAA Banten 2024-2028 Dilantik, Ini yang Disampaikan Ketum DPP Aris

Pihaknya, kata Turhadi, selalu meningkatkan pengawasan dan selama tahun 2024 sudah berhasil  3 (tiga) kali menggagalkan upaya penyelundupan ekspor BBL dengan jumlah 213.400 ekor.

Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Karantina Indonesia bahwa salah satu tugas Barantin adalah border protection. Tempat pemasukan dan pengeluaran harus diawasi ketat sesuai dengan aturan, kalau tidak media pembawa hama dan penyakit berhasil lolos masuk  ke wilayah NKRI dan keluar  dari wilayah NKRI dan akan beresiko bagi kelestarian sumber daya alam.

Turhadi menjelaskan lebih lanjut, penyelundupan masih terus berlangsung padahal Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) No. 07 tahun 2024, telah membuka keran ekspor BBL untuk keperluan budidaya  di luar negeri, khususnya  Vietnam, dengan pengaturan yang sangat ketat  serta  menunjuk 5 (lima) perusahaan eksportir BBL ke Vietnam.

Baca juga  Helldy-Alawi Resmi Terima SK DPP PAN Bertarung di Pilkada Cilegon 2024

“Untuk itu perlu pengawasan ketat dari berbagai pihak  supaya penyelundupan BBL tidak meningkat ke depan,  mengingat kebutuhan BBL di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun. Sementara Pemerintah Vietnam baru memberikan kuota sebanyak 300 juta ekor per tahun,” pungkas Turhadi. (Ronald/Red)