Ratusan peserta mengikuti tes SKD CPNS 2018 Kota Cilegon di Balai Diklat Provinsi Banten, Pandeglang, Jumat (8/11/2018). Foto Ist

PANDEGLANG, SSC – Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang diikuti 1.000 dari 2.913 peserta pada kuota Kota Cilegon di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Pandeglang, Kamis (8/11/2018) tergolong berjalan lancar. Hanya saja dari monitoring Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Cilegon pada hasil kelulusan peserta tahap tes CPNS di hari pertama ini diperkirakan belum sesuai dengan target yang diharapkan.

Kepala BKPP Cilegon, Mahmudin mengatakan, sedikitnya 1.000 peserta kuota CPNS Cilegon mengikuti tes SKD pada hari ini. Tes ini dibuka dalam dua sesi. Dari hasil kelulusan peserta pada sesi pertama, diperkirakan jumlah yang melampaui batas standar nilai SKD hanya sekitar 15 persen.

“Memang kalau yang saya monitor tadi di tengah-tengah, (peserta) yang (nilai SKD) diatas 300 itu kecil sekali. Yach saya lihat (diatas 300) itu sekitar 15 persen. Mudah-mudahan ini mungkin penglihatan saya yang salah,” ujar Mahmudin dikomfirmasi.

Ia tidak mengira bila perkiraan hasil tes SKD peserta pada sesi pertama belum sesuai dengan ekspetasi pihaknya. Bahkan BKPP sulit mengira-ngira apa yang melatar belakangi dan menjadi dasar banyaknya peserta yang tidak memenuhi standar nilai SKD.

“Saya belum tahu. Apakah mungkin pesertanya stress terlebih dahulu atau tegang dahulu. Atau mungkin soalnya yang susah, atau faktor x lainnya yang tidak kita tahu,” paparnya.

Mahmudin juga belum dapat menebak mengapa banyak peserta yang diperkirakan tidak lulus. Padahal tes yang dijalankan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) ini telah diperkenalkan kepada peserta sesaat sebelum ujian dilaksanakan.

“Tutorial sudah kita diperkenalkan selama 30 menit (sebelum tes dimulai). Bagaimana cara membuka, cara mengerjakan, cara menyimpannya, itu sudah dikenalkan terlebih dahulu selama 30 menit sebelum tes,” paparnya.

Disinggung formasi mana saja yang didominasi peserta yang tidak lulus, Mahmudin memperkirakannya tergolong merata diseluruh formasi. Bahkan menurut informasi yang diterima pihaknya, kondisi tersebut merata secara nasional.

“Secara umum, rata-rata (seluruh formasi) semuanya. Makanya kita bingung begitu. Nasional saja, hanya 9 persen yang lulus. Makanya repot juga,” paparnya.

Ia berharap, hasil kelulusan seluruh peserta yang mengikuti SKD dalam 6 sesi di dua hari ini dapat sesuai harapan pihaknya. Dengan melihat perkiraan hasil pada sesi pertama, BKPP akan mereview dan membahasnya secara komprehensif dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Ini tentunya akan menjadi bahan untuk dibahas bersama dengan BKN. Doakan, mudah-mudahan untuk Cilegon bisa memenuhi (230 formasi yang dibuka),” harapnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here