CILEGON, SSC – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon mengandeng kaum milenial untuk menanggulangi bersama bahaya Narkoba. Upaya kerjasama ini ditandai dengan penandatangnaan perjanjian nota kesepahaman MoU (Memodandum oF Understanding) antara BNNK Cilegon dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon di salah satu rumah makan di Kota Cilegon, Jumat (4/10/2019). Turut hadir dalam MoU ini, Kepala BNNK Cilegon, AKBP Asep Jaelani dan Kepala DP3AKB Cilegon, Heni Anita Susila.
“Hari ini kita (BNN,red) sudah membentuk mata gendre yang langsung dilakukan oleh para duta dan anggota gendre dibawah besutan DP3AKAB Cilegon. Mereka ini akan langsung terjun ke sekolah maupun tempat-tempat nongkrong para anak muda untuk mensosialisikan bahaya narkoba,” kata Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) pada BNN Kota Cilegon, Candradika kepada Selatsunda.com.
Candra nama panggilannya ini mengaku, saat ini sudah ada 3.000 komunitas di Kota Cilegon yang bergabung dengan BNNK Cilegon mensosialisasikan bahaya narkoba.
“Kalau dilihat dari data, mitra yang sudah bergabung di kami ada 3.009 komunitas,” akunya.
Sekalipun telah sosialisasi, Candra mengaku, jika upaya yang dilakukan masih belum maksimal. Bahkan, hingga saat ini, sosialisasi bahaya narkoba baru mencapai 2 persen. Hal itu diakuibelum tercapai karena keterbatasan personel.
“Dengan adanya para anggota dan duta gendre ini, ada peningkatan dari biasanya. Saya juga berharap, para anggota gendre ini dapat melakukan pencegahaan, pemberantasan, penyalahagunaan dan peredaan gelap narkoba,” ujar Candra.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Cilegon, Heni Anita Susila mengapresiasi kerjasama antara DP3AKB dengan BNN Kota Cilegon dalam rangka pemberantasan narkoba di kalangan milenial.
“Anggota dan duta gendre ini kan binaan kami (DP3AKB) jadi sudah mereka sudah paham bagaimana mensosialisasikan bahaya narkoba di kalangan milenial. Salah satu tugas mereka nanti sosiasliasi ke remaja-remaja dan pelajar di Cilegon akan bahaya narkoba, ucapnya.
Diakuinya, saat ini jumlah pengurus di komunitas gendre sebanyak 50 orang. Para pengurus ini tersebar dari beberapa sekolah maupun universitas tinggi di Banten. (Ully/Red)

