BNNK Cilegon melaksanakan pemusnahan ganja 15 kilogram, Rabu (15/7/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon memusnahkan 15 kilogram ganja kering di Kantor BNNK Cilegon, Rabu (15/7/2020). Barang terlarang ini dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pemusnahan ini disaksikan langsung Walikota Cilegon Edi Ariadi, Kepala Lapas Kelas IIa Cilegom Musjono, perwakilan Kejari Kota Cilegon.

Kepala BNNP Banten Brigjen Tantan Sulistyana mengatakan, pemusnahan ini merupakan hasil pengungkapan kasus penyelundupan ganja dari Medan ke Jakarta yang menyeret pelaku RJ. Pelaku ditangkap saat hendak mengambil paket ganja kering yang berbungkus lakban di Stasiun Gambir, Jakarta pada, Senin (8/7/2020) lalu. Dalam kasus tersebut, BNN juga mengamankan dua pelaku lain RH dan YI di Jalan Proklamasi, Jakarta setelah melakukan pengembangan.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

“Jadi paket ganja kering asal Medan hendak diantar ke Jakarta melalui bus Damri. Mendengar informasi adanya pengiriman paket ganja kering, tim pun langsung melakukan penangkapan kepada RJ yang hendak mengambil paket ganja di Stasiun Gambir. Setelah dilakukan pengembangan, akhirnya tim berhasil menangkap dua pelaku RH dan YI di Jalan Proklamasi, Jakarta,” kata Tantan kepada awal media dilokasi.

Tatan menyatakan, dari pengungkapan barang bukti sebanyak 15 kilogram dapat menyelamatkan 6 juta generasi penerus bangsa. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut, pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi pengungkapan kasus penangkapan ganja kering yang dilakukan oleh BNN Kota Cilegon dan BNN Provinsi Banten.

“Luar biasa atas kinerja dan kerja keras BNN Provinsi Banten dan BNN Kota Cilegon. Kedepan, pengungkapan bisa ditambah bisa 15 ton ganja,” ungkap Edi. (Ully/Red)