Penyuluhan Pajak Daerah Khusus BPHTB Oleh Pajak Daerah Wilayah III Tahun 2019

CILEGON, SSC –  Guna mengenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon 2019, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Cilegon (BPKAD) melalui bidang UPT Pajak Daerah Wilayah III menggelar Penyuluhan Pajak Daerah Khusus BPHTB (Bea Perolehaan Hak Atas Tanah dan Bagunan)  dengan melibatkan PPAT (Pejabat Pembuat Akte Tanah) dan PPATS (Pejabat Pembuat Akte Tanah Sementara), 8 camat se-Kota Cilegon dan seluruh pihak developer perumahaan di Cilegon. Kegiatan ini digelar di salah satu rumah makan di Kota Cilegon.

Kepala BPKAD Cilegon Maman Mauludin mengatakan, tujuan diselenggarakannya penyuluhan pajak daerah ini sebagai upaya untuk menggenjot pendapatan yang dihasilkan oleh pajak bumi dan bangunan serta bea perolehaan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Kepala BPKAD, Maman Mauludin bersama PPAT dan PPATS, camat dan seluruh pihak developer perumahan di Cilegon dalam Kegiatan Penyuluhan pajak BPHTB.

“Dalam proses pembuatan akta peralihan seperti ini, menimbulkan kewajiban pajak salah satunya adalah bea perolehan ha katas tanah dan bangunan (BPHTB) yang pembayaranya merupakan kewajiban pihak yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan,” kata Maman,” Jumat (26/4/2019).

Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya bekerja sendiri dalam melakukan penarikan pajak daerah tersebut, Melainkan, BPKAD didukung oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Cilegon.

Para Peserta terlihat serius mengikuti Penyuluhan Pajak Daerah Khusus BPHTB

“Dengan kerjasama antara BPKAD dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama ini, tentunya dapat terus terjalin dengan baik,” tambahnya.

Masih kata Maman, realisasi dari kepatuhan wajib pajak BPHTB dari tahun ke tahun terus mengalami trend yang sangat positif. Bisa dilihat perolehan di 2014 BPHTB telah mencapai Rp83,3 M, pada 2015 perolehaan target yang telah dicapai mencapai Rp117 miliar.

Kepala UPT Pajak Daerah Wilayah III, Hadi Permana memberikan sambutan dihadapan tamu undangan pada kegiatan Penyuluhan Pajak Daerah Khusus BPHTB

Selanjutnya, pada 2017 target yang dicapai mencapai Rp250 M. Pada 2018 target yang berhasil diperoleh sebesar Rp78,1 Miliar. Dan pada 2019 hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp27,1 M.

Atas kondisi ini, Maman terus mengajak kepada seluruh PPAT (Pejabat Pembuat Akte Tanah) dan PPATS (Pejabat Pembuat Akte Tanah Sementara) dan pihak pengembang devoloper untuk terus berpartisipasi  dalam peningkatan pendapatan asli daerah tersebut. Apabila terdapat berbagai masalah yang dihadapi, dirinya meminta agar PPAT, PPATS maupun pihak pengembang perumahaan terus melakukan koordinasi ke UPT Pajak Daerah Kota Cilegon. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here