CILEGON, SSC – Tepat di hari ulang tahun Kota Cilegon pada, Sabtu (27/4/2019) Jalan Lingkar Selatan (JLS) resmi diberi nama Jalan Aat-Rusli. Prosesi penyematan nama jalan dari nama Walikota, Tb Aat Sya’faat dan Wakil Walikota Cilegon, Rusli Ridwan di periode 2005-2010 ini dihadiri oleh anak kandung Tb Aat Syaaat, Ratu Ati Marliati.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, pemberian nama Aat-Rusli ini, karena keduanya merupakan tokoh, pelopor dan bapak pembangunan daerah di Kota Cilegon. Atas pemikiran kedua tokoh ini dalam RPJMD kala itu, JLS terbangun.

“Pak Aat dan Pak Rusli ini salah pelopor atau pencetus terbangunnya Jalan Lingkar Selatan (JLS). Tak hanya itu, Pak Aat dan Pak Rusli merupakan Walikota dam wakil walikota di 2005-2015 lalu,” kata Edi kepada awak media,” Sabtu (27/4/2019).

Ia mengaku, pemberian nama kedua tokoh pelopor ini adalah ebagai wujud penghormatan dari Pemkot Cilegon atas kerja keras membangun JLS. Saat ini, JLS telah terbangun dengan panjang 15 kilometer.

“JLS itu gak sedikit lho jarak ya. Pembangunaya bertahap mulai biasa aja sampai dibangun dengan beton. Luasnya pun mencapai 15,6 kilo meter. Karena itu, Ini bentuk apresiasi dan penghormatan dari Pemkot Cilegon untuk Pak Aat dan Pak Rusli. Masyarakat ingat ya JLS aja, telat di HUT Cilegon, kita (Pemkot,red) rubah menjadi Jalan Aat-Rusli,” paparnya.

Tak hanya Aat-Rusli yang dijadikan nama jalan, Edi menuturkan, Pemkot juga memberi nama Jalan di Kawasan Bonakarta. Jalan itu diberi nama Jalan Gwangyang. Pemberian nama Jalan ini sebagai bentuk kerjasama yang dijalin dengan Pemerintah Korea Selatan selama 5 tahun terakhir ini.

“Antara Cilegon dan Korea Selatan sudah terjalin kerjasama selama 5 tahun. Tepat hari ini, kita menggunakan nama Gwangyang untuk jalan di Bonakarta. Begitu juga, di Korea Selatan, ada nama Cilegon,” ucap Mantan Kepala Bappeda Cilegon ini.

Sementara itu, anak kandung Mantan Walikota Cilegon, Aat Syafat, Ratu Ati Marliati mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Cilegon yang telah memberikan nama JLS sebagai nama Aat-Rusli.

“Seingat ibu, gagasan dibuatnya JLS ini memang lahir dari beliau. Diharapkan, keberadaan JLS tersebut, sebagai penyambung antara Kabupaten Serang dengan Kota Cilegon. Keinginan beliau juga, keberadaan JLS ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat di sana. Sehingga ekonomi ya keangkat disitu. Mau buat ruko atau gimana,” ujar Ati.

Ati menceritakan, kala itu dia menjabat Kepala Dinas Pendidikan. JLS adalah salah satu mega proyek di RPJMD saat Aat Syafaat dan Rusli Ridwan memimpin Cilegon.

“Salah satu program RPJMD dari bapak kan, selain TTM (Terminal Terpadu Merak, Pasar Kranggot, JLS juga sebagai salah satu program RPJMD dari bapak,”tungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here