CILEGON, SSC – BPTD Kelas II Banten di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan sudah mulai melakukan berbagai persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 (1447 H). Persiapan ini dilakukan guna memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi darat serta penyeberangan, khususnya di wilayah Provinsi Banten.
Untuk mematangkan persiapan, BPTD Banten menggelar Rapat Persiapan Angkutan Lebaran 2026. Rapat turut dihadiri oleh Dinas Perhubungan Provinsi, Ditlantas Polda Banten, KSOP Kelas I Banten, dan Stakeholder seperti PT. ASDP Cabang Merak, PT. Pelindo, dan PT. Bandar Bakau Jaya, dan Gapasdap.
Dalam rapat itu, berbagai persiapan telah dilakukan dari segi sarana dan prasarana, mulai dari koordinasi penyediaan bahan bakar kapal penyeberangan bersama operator pelayaran termasuk PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan stakeholder terkait, peningkatan kesiapan sarana prasarana transportasi, hingga inspeksi keselamatan armada angkutan jalan dan penyeberangan.
Pemeriksaan kesiapan operasional juga telah dilaksanakan di Pelabuhan Merak, mencakup fasilitas pelayanan penumpang, dermaga, sistem keamanan, serta sarana pendukung lainnya. Rekomendasi perbaikan telah disampaikan kepada operator agar pelayanan selama masa mudik dapat optimal.
Kemudian untuk Angkutan Penyeberangan Lebaran Tahun ini akan menggunakan beberapa Pelabuhan antara lain Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara.
Selain sektor penyeberangan, inspeksi keselamatan (rampcheck) kendaraan bus terus digencarkan pada terminal Tipe A dan pool operator angkutan yang ada di wilayah lingkungan kerja BPTD Kelas II Banten guna memastikan seluruh kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan administratif sebelum beroperasi pada masa Lebaran.
Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indra Yanto menyampaikan, “Kami berkomitmen memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan selamat. Seluruh aspek transportasi, baik sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia, terus kami siapkan melalui koordinasi lintas instansi agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman dan aman,” ungkapnya kepada Selatsunda.com ditulis Jumat (6/3/2026).
Selain itu, dukungan operasional lain seperti penyediaan kendaraan derek, bengkel siaga, kendaraan Variable Message Sign (VMS), mempersiapkan rambu portable yang akan ditempatkan di Jalan Nasional untuk membantu mengarahkan kendaraan menuju ke pelabuhan tujuan.
“serta membantu pihak kepolisian untuk penebalan personel di titik strategis juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik dan arus balik,” ujar Eko.
Melalui berbagai langkah tersebut, BPTD Kelas II Banten berharap pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan memberikan pelayanan transportasi yang optimal bagi masyarakat. (Ronald/Red)





