Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) berunjuk rasa didi Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang menyampaikan tuntutan kenaikan upah, Selasa (2/11/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Ribuan buruh di Banten melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kota Serang, Selasa (2/11/2021). Dalam aksi, para buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) ini menyampaikan tiga tuntutan diantaranya meminta Pemprov Banten untuk menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,95 persen.

Para buruh tiba di KP3 Banten sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Banten, Wahidin Halim.
Sebelum turun, buruh berkumpul di masing-masing wilayah baik dari Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon.

Saat di lokasi, buruh langsung berkumpul di KP3B di Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani tempat di depan pintu masuk Kantor Gubernur Banten. Buruh tampak memblokade satu sisi jalan menggunakan mobil orasi yang diparkir berjejer. Saat itu, satu persatu buruh langsung menyampaikan orasi.

Baca juga  Mobilitas Kerja Tinggi, Anggota Dewan di Cilegon Berpotensi Terserang Penyakit Jantung dan Kolesterol
Salah satu buruh menyampaikan orasi menuntut kenaikan upah

Salah satu orator menyampaikan, buruh selain menuntut kenaikan UMP juga meminta UMK se-Provinsi Banten naik 13,50 persen. Begitu juga UMSK Tahun 2021 dan Tahun 2022 diminta wajib diberlakukan.

“Kita minta angka 13,5 persen, bisa tersampaikan dengan baik dan Gubernur bisa mendengar orasi-orasi ini. Saya rasa 10 persen sampai 15 persen bagi pengusaha, kenaikan itu tidak terlalu berat,” ujar orator.

Saat aksi berlangsung, perwakilan buruh kemudian melakukan mediasi dengan pemerintah. Mereka melakukan mediasi dengan Asda II, M Yusuf dan Kadisnakertrans Banten, Alhamidi di Kantor Disnakertrans Banten.

Hingga berita diturunkan, aksi buruh masih berlangsung dan mendapat pengawalan dari petugas kepolisian. (Ronald/Red)