Ditresnarkoba Polda Banten menggelar ekspos perkara narkotika jenis sabu saat di Mapolda Banten, Selasa (2/11/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Tiga pelaku narkoba yang kerap mengedarkan sabu di wilayah Banten ditangkap Ditresnarkoba Polda Banten. Ketiga pelaku berinisial HD (34), TH (31) dan RMH (36) ditangkap karena kedapatan menyimpan barang diduga sabu sebanyak 345,46 gram.

Ketiga pelaku ditangkap penyidik di tempat berbeda. Pertama, pelaku HD diamankan di Kampung Kadukasintu, Desa Kaungcang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang pada Minggu, 24 Oktober 2021. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti sabu 314,64 gram.

Dari hasil pengembangan terhadap HD, diperoleh informasi sabu didapat dari Jakarta atas perintah TH. Penyidik kemudian bergerak dan meringkus TH dikediamannya di Kecamatan Baros, Kota Serang pada Senin, 25 Oktober 2021.

Kemudian penyidik dari interogasi terhadap TH terendus sabu dari Jakarta ternyata diperoleh sebanyak 500 gram. Sebagian dari sabu itu diedarkan oleh RMH.

Dari keterangan itu, penyidik kemudian menangkap RMH di Pos Ronda, Kampung Tajur Indah,  Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak pada Selasa (26/10/2021). Dari tangan pelaku diamankan barang bukti sabu seberat 30,52 gram.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

“Dari hasil penangkapan tersebut pelaku tersebut dan barang bukti keseluruhan yang didapatkan sebanyak hampir 345.46 gram,” ujar Diresnarkoba Polda Banten, Kombes Pol
Martri Sonny dalam eskpos perkara kepada media di Mapolda Banten, Selasa (2/11/2021).

Para pelaku dalam mendapatkan sabu dari Jakarta sudah dilakukan sebanyak 5 kali. Mereka mendapatkan barang haram itu dengan cara komunikasi terputus.

Kata Diresnarkoba, pelaku dalam mengedarkan sabu ke pemesan di wilayah Banten melakukan dengan cara melemparnya ke gorong-gorong, tiang listrik dan tempat lainnya. Antara pelaku dan pemesan bertransaksi dengan komunikasi terputus.

Dari hasil transaksi sabu, para pelaku mendapatkan upah berbeda berdasarkan peran masing-masing mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 4,5 juta.

“Pelaku mendapatkan upah berbeda sesuai perannya. HD mendapatkan sebesar Rp 1 juta perminggu, untuk TH mendapatkan Rp 4  juta perminggu dan RMH Rp 4,5 juta per barang yang dijual,” ungkap Diresnarkoba.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Kasus tersebut masih dikembangkan penyidik termasuk memburu pelaku lainnya ID yang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Atas perbuatan pelaku, kata Diresnarkoba, ketiga pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dan 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman Pidana Mati.

Sementara, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga meminta kepada masyarakat untuk membantu pihak kepolisian berpartisipasi aktif memberantas peredaran narkoba di Banten. Apabila melihat pihak-pihak melakukan aktivitas mencurigakan kaitan peredaran narkoba diminta untuk segera melaporkannya.

“Kalau masyarakat melihat hal hal yang mencurigakan tentang peredaran narkoba untuk segera melaporkan ke Direktorat Reserse Narkotika Polda Banten,” pungkasnya. (Ronald/Red)