Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo berbincang dengan simpatisan muda dari kalangan generasi z saat dalam kegiatan Konsolidasi Parta di PDIP Banten, Sabtu (27/5/2023). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo mengajak kader untuk mendengarkan aspirasi dari generasi Z. Cara itu dilakukannya dengan memanggil sejumlah simpatisan muda PDIP saat dirinya memberi sambutan dalam kegiatan konsolidasi partai di Kantor DPD PDIP Banten, Sabtu (27/5/2023).

Ganjar menyinggung terkait generasi z mulanya dari hasil survei Litbang Kompas terbaru yang dibacanya. Menurutnya dari hasil itu, generasi z tak banyak yang memilihnya.

“Begini, saya mau dengerin, saya mau dengerin. Karena buat saya menarik, dan mas-mas tadi juga cerita menarik. Terakhir kemarin sudah baca survei Kompas yach?. Menarik, di survei Kompas itu saya telanjangi itu, menarik. Ternyata generasi z itu tidak banyak yang memilih saya. Oh asyik ini,” ucapnya.

Ganjar menyatakan, karena banyak yang tidak memilihnya maka generasi z perlu didengarkan. Ia mengajak kader termasuk dirinya untuk mendengarkan suara generasi z.

“Maka coba kita dengarkan generasi z yang muda banget, ini adiknya milenial,” tuturnya.

Ganjar kemudian memanggil sejumlah simpatisan muda PDIP. Ia mengawalinya berbincang dengan Silvia yang berusia 23 tahun.

Saat itu Ganjar bertanya kepada Silvia, pandangan tentang apa itu politik.

“Seusianmu ini, yang ada dipikiranmu ini, apa sih politik itu,” tanya Ganjar.

Jawab Silvia “Politik itu untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.

Ganjar kemudian bertanya kembali.  Caleg seperti apa yang diharapkan anak-anak muda saat ini.

“Kalau liat caleg yang paling menarik, itu dalam impian anak-anak muda seperti kamu, itu yang seperti apa? Yang tongkrongannya, pidatonya kayak Pak Ade? atau kemudian dia kasih duit?,” tanya Ganjar.

Jawab Silvi kembali “Yang ini sih pak, yang kayak anak muda yang asyik. Yang nggak kaku” ujarnya.

“Yach yang nggak malu, ke anak-anak muda menyapa saja begitu,” sambung Silvi.

Mendengar jawaban itu, Ganjar meminta agar para bacaleg yang hadir untuk memperhatikan apa yang disampaikan generasi z tersebut.

“Ini perhatikan nih para caleg, saya hanya bales assesmen saja,” tuturnya.

Ganjar kemudian berbicang dengan Tommy, simpatisan lain yang tengah kuliah semester 4 jurusan Hukum Keluarga Islam.

Kepada Tommy, Ganjar menanyakan apa yang seharusnya dilakukan caleg dan capres untuk anak-anak muda seusianya.

“Kalau kemudian sebagai Taruna Merah Putih ingin menyampaikan usulan kepada para caleg, kepada capres, sebaiknya mereka memikirkan soal apa kepada anak-anak muda,” tanya Ganjar.

Tommy kemudian menjawabnya “Kalau dari pribadi, lihat dari sekitar, terkhusus di Pandeglang, itu mungkin lebihnya pendidikan ke anak muda, dari sekolah SMA ke lebih lanjut, ke kuliah,” terangnya.

Menurut Ganjar, pandangan yang disampaikan Tommy sangat cemerlang.

“Berarti pendidikan sampai dilanjutkan ke perguruan tinggi. Keren lho ini,” kata Ganjar.  (Ronald/Red)