Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten diatas speedboat di Perairan Selat Sunda, Banten sesaat sebelum memeriksa dokumen dan kru kapal asing, belum lama ini. Foto Screenshoot Video

CILEGON, SSC – Perjuangan dokter dan petugas kesehatan di pelabuhan barang yang ada di Banten tidak pernah berhenti dalam memerangi virus corona. Mereka rela berkorban menghadapi situasi apapun untuk menjaga negara.

Tidak mudah memang memerangi virus corona dari masuknya kapal-kapal asing ke pelabuhan. Mereka harus menghadapi segudang tantangan berat.

Sebelum memeriksa kesehatan kru dan dokumen kapal asing, mereka yang paling pertama naik kapal asing sebelum otoritas pelabuhan lain. Selama bertugas, dokter dan petugas medis harus menerjang gelombang ombak dan angin menuju lokasi kapal menggunakan kapal boat. Mereka tanpa ragu naik tangga monyet keatas kapal untuk melakukan mekanisme pemeriksaan kesehatan kru kapal. Demi memastikan kapal dinyatakan bebas corona dan bisa sandar di pelabuhan.

Petugas pelabuhan menaiki tangga monyet kapal asing

Namun dokter dan petugas medis juga manusia biasa. Ada rasa takut dan khawatir. Karena sebagai garda depan negara paling berpotensi terpapar Covid-19.

“Hampir semua merasakan itu. Rasa takut, khawatir baik petugas laki-laki dan perempuan, itu ada. Itu sangat manusiawi. Tapi memang inilah resiko kami. Kita harus kuat, kita harus bisa sehat,” ujar Koordinator Wilayah Kerja Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Barang pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten, Budiman menceritakan tugas dia dan rekan-rekannya selama 2,5 bulan mencegah penyebaran virus corona lewat jalur laut, Jumat (27/3/2020).

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Baca : 7.210 ABK Diperiksa Terkait Corona Saat Tiba di Pelabuhan Banten

Baik Budiman, dokter lain dan petugas medis di pelabuhan tetap berpegang teguh pada tugas dan fungsinya sebagai garda depan negara. Setiap hari, mereka memeriksa satu sampai lima kapal asing untuk mencegah penularan virus corona. Bahkan terkadang, petugas harus bolak-balik naik kapal di area yang berbeda-beda di tengah cuaca Perairan Selat Sunda yang kerap tidak menentu. Terkadang cuaca biasa stabil namun juga tiba-tiba buruk diterjang hujan dan gelombang tinggi.

Ia mengaku, rasa khawatir ditengah menjalankan tugas memeriksa kapal asing selalu saja ada. Bahkan, ada kala rekannya sempat berucap sampai kapan perang melawan Covid-19 berakhir.

“Kita semua petugas merasakan. Tapi kita memeriksa dengan kewaspadaan penuh. Jangan sampai tertular dan menulari baik dari alat angkut, dari orang bahkan dari diri seindiri. Karena yang paling berisiko adalah kita. Dan paling pertama dan diujung tombak, adalah kita, hold quarantine,” tutur dokter yang telah bekerja 23 tahun di KKP Banten.

Petugas kesehatan pelabuhan memeriksa suhu badan kru kapal asing sebelum kapal disandarkan

Sifat seorang dokter atau petugas pelabuhan yang khawatir terpapar ditengah kondisi memerangi Covid-19 adalah hal yang manusiawi. Meski kondisi seperti itu, ia selaku koorditor tidak pernah berhenti untuk menyemangati dan memberi motivasi kepada rekannya. Karena yang dijalankan adalah tugas mulia untuk menjaga keamanan negara.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

“Saya selalu breafing. Pesan saya, bagaimanpun kita garda terdepan untuk menjaga kesehatan negara, sebagai pegawai Quarantine. Dalam konsekuensi logis, harus dibarengi dengan keiklasan dan semangat serta penugasan kerja teknis kita,” paparnya.

Meski telah memotivasi, ia sendiri mengaku,  kekhawatiran itu juga datang pada dirinya bahkan keluarga. Yang selalu diingatnya, pesan dari sang istri untuk selalu berdoa dan menjalankan prosedur sebaik-baiknya dalam menjalankan tugas. “Selalu hati-hati pak. Wabah ini luar biasa, bisa menjangkiti siapa saja. Apalagi ayah yang ada di garda terdepan,” ujar ayah dua anak ini mengucap pesan istrinya setiap berangkat kerja.

Sebagai seorang dokter, ia berpesan agar masyarakat mengikuti instruksi yang disampaikan pemerintah. Masyarakat diimbau untuk diam dirumah. Biarkan petugas medis yang bekerja melawan corona. Ia mengajak seluruh masyarakat di Banten untuk sama-sama melawan virus corona.

“Di situasi seperti ini, masyarakat biarkan dirumah. Biar kami yang bekerja, biar kami yang bergerak. Karena tidak ada otoritas yang lain. Di pelabuhan disini untuk cegah tangkal. Hanyalah kita,” pesannya. (Ronald/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini