CILEGON, SSC – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten memperketat keluar masuk kapal luar negeri di seluruh Pelabuhan Barang yang ada di Banten terkait dengan merebaknya virus corona. Salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran Nomor : UM.003/ 9/ 2/KSOP.Btn-2020 tentang Prosedur Pengawasan dan Pencegahan Terhadap Penyebaran Virus Corona di Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkatan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Banten, Fini mengatakan, ada 10 langkah dan upaya yang dilakukan KSOP Banten mengantisipasi kemungkinan tersebarnya wabah COVID-19 (Coronavirus Disease). Satu diantaranya kapal asing tidak diizinkan bersandar di dalam pelabuhan dan melakukan kegiatan bongkar muat jika kapal diduga suspect terinfeksi Virus Corana.
Pihak kapal dalam kondisi tersebut harus melaporkan kepada otoritas kesehatan pelabuhan dalam hal ini Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten. Selanjutnya kapal dan ABK akan diperiksa dan bilamana diduga suspect virus corona maka akan diperintahkan untuk berlabuh jangkar di Area Zona Karantina.
“Pada saat kapal dilarang sandar tentu itu, kita harus berkoorinasi dahulu dengan KKP Banten. Seejauh mana tingkat (susspect) positifnya itu, apakah ABK-nya ada indikasi terjangkit atau bagaimana. Bila memang mudah terjangkit, kemungkinan besar juga akan ada larangan sandar,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (18/3/2020).
Fini menyatakan, jika kapal dinyatakan dilarang sandar maka kapal akan diengkerkan di area tertentu atau zona khusus. Kapal akan diengkerkan selama 14 hari untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
“Akan ada engker area, untuk kapal lego jangkar. Area yang tidak berdekatan dengan dekat kapal lain, atau area tempat pengasingan. Sampai 14 hari itu sebagai upaya pencegahan,” ungkapnya.
Selama bulan Januari hingga 10 Maret 2020 dari data KSOP Banten berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten tercatat sebanyak 7.210 ABK dari 374 kapal asing telah diperiksa kesehatannya terkait virus corona. Jumlah ABK dan kunjungan kapal dari empat (4) negara yang menjadi perhatian khusus terkait virus corona yaitu China sebanyak 166 ABK dari 8 kapal, Korea Selatan 131 ABK dari 6 Kapal dan Iran 22 ABK dari 1 Kapal dan Italia nihil.
Untuk jumlah ABK dan kunjungan kapal yang paling banyak sandar di Pelabuhan Banten yakni Singapura 2.277 ABK dari 115 kapal dan Malaysia 1249 ABK dari 80 kapal.
“Semua ABK Kapal yang berasal khususnya dari China, Korsel, Iran Atau Italy sesuai dengan kota yang terjangkit Corona tidak diperbolehkan turun/keluar pesiar dari Kapal. Kecuali telah mendapatkan Kartu Khusus yang telah di berikan oleh Pihak Karantina,” sebut Fini sesuai poin 2 dalam surat edaran tersebut.
Sementara, Juru Bicara Penanganan Virus Corona pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten, Theresia Hermin Susi Wulandari mengatakan, seluruh ABK dan kapal asing yang diperiksa mulai Januari hingga 10 Maret 2020 dinyatakan bebas covid-19. Hanya ada sedikitnya 2 ABK masuk sebagai Orang Dalam Observasi dan setelah dilakukan pemeriksaan dinyatakan sehat.
“Semua sehat, bebas covid-19. Ada satu dua pilek batuk, kami observasi 1-2 hari dan membaik. Dengan treatment tetap di kapal, makan makanan sehat, jemur pagi 10 menit, banyak minum. Mereka jadi sehat lagi,” paparnya. (Ronald/Red)

