Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy (tengah) usai Rapat Paripurna Istimewa 20 tahun Provisi Banten berdiri di Gedung DPRD Banten, Minggu (4/10/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pemerintah Provinsi Banten menyatakan bahwa Pemerintah Pusat menetapkan Provinsi Banten sebagai daerah yang akan diprioritaskan dalam penanganan Covid-19. Hal ini ditetapkan mengingat Banten menjadi daerah yang mobilisasi masyarakatnya erat kaitan atau tidak bisa lepas dengan DKI Jakarta.

Disampaikan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa 20 tahun Provisi Banten berdiri di Gedung DPRD Banten, Minggu (4/10/2020).

Andhika menyatakan, penetapan tersebut dimungkinkan karena batas wilayah antara Banten dan DKI Jakarta bersinggungan. Sehingga perlu ada koordinasi antar daerah dalam mengantisipasi pencegahan Covid-19.

“Mungkin yang dimaksud Pemerintah Pusat, karena Banten sebagai penyanggah Ibu Kota Negara. Sehingga perlu menjadi daerah yang di prioritaskan agar program penekanan Covid-19 di DKI, Jabar, dan Banten selaras,” ujar Andika menegaskan kembali pernyataannya kepada awak media usai paripurna.

Baca juga  Dinas Sosial Kota Serang Kebingungan Tangani Orang Gila

Ia menyatakan, pemerintah pusat menjadikan Banten sebagai daerah prioritas penanganan Covid-19 juga dimaksudkan untuk menjaga agar jangan sampai terbentuk episentrum baru.

Sejauh ini, kata dia, klaster paling dominan di Provinsi Banten berasal dari klaster rumah makan dan restoran. Sebab, banyak masyarakat dalam klaster tersebut tidak menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan. Apalagi yang datang sulit diidentifikasi satu persatu tempat mereka berasal.

Oleh karena itu, paparnya, mobilisasi masyarakat di DKI Jakarta yang masuk ke Banten terutama Tangerang harus diantisipasi. Jangan sampai penerapan protokol kesehatan, diabaikan.

“Jangan sampai, masyarakat DKI akibat ada ketetapan mereka tidak bisa makan di tempat justru cari tempat makan di Tangerang, di rumah makan dan restoran, tidak ada yang pakai masker kan ?” tandasnya.

Baca juga  Baru Dibuka, Pasien OTG Corona di Rusunawa Margaluyu Kota Serang Tembus 6 Orang

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Banten tengah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk mengambil langkah tegas. Untuk saat ini, pemprov hanya mengimbau kepada pemilik rumah makan dan restoran agar mengikuti aturan yang ada.

“Hasil rapat kemaren, kami sepakat akan mengurangi jam (buka tutup restoran) dan kapasitas tempat makan,” tandasnya, lebih lanjut masih pada tahap koordinasi,” ucapnya. (SSC-03/Red)