CILEGON, SSC – Aksi demontrasi buruh Cilegon yang sebelumnya deadlock atau tanpa hasil saat menuntut kenaikan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) 2020 di Disnaker Cilegon belum berkesudahan. Pada Hari ini, Kamis (5/12/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan buruh berbagai serikat menyambangi Kantor Pemerintahan Cilegon untuk menuntut hal yang sama.
Ketua DPW FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Provinsi Banten Tukimin mengatakan, kenaikan UMSK yang diusulkan buruh dari hasil mediasi semetara dengan pihak Dewan Pengupahan Kota (Depeko) masih belum membuahkan hasil. Menurut dia,
kenaikan UMSK yang diusulkan industri berkisar hingga Rp 150 ribu sangat tidak manusiawi. Usulan persentase kenaikan UMSK 2020 tidak sebanding dengan kenaikan UMSK 2019. Menurutnya, usulan itu tidak mencerminkan keinginan buruh.
“Cilegon mengalami kemunduran. Karena tidak bisa mempertahankan UMSK dari 2019 lalu. Perusahaan ngasih nilai UMSK hampir Rp 400 ribu, sementara di 2020 ini mereka (perusahan) hanya mampu memberikan Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu. Berarti kan perusahan ini menghina pada buruh. Buat apa ada walikota dam wakil walikota jika tidak memperhatikan nasib buru di Cilegon,” kata Tukimin.
Tukimin menyatakan, industri di Cilegon sama sekali tidak berpihak kepada nasib buruh. Bahkan, mereka tidak menghargai, menghormati serta seenaknya tidak menyerap aspirasi buruh.
“Mereka (perusahan,red) berbicara suka-suka dia. Tidak ada rasa menghargai, menghormati kami. Taro lah seperti di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang yang masih bertahan di UMSK 2019,” ungkapnya.
Tukimin mengancam jika pada malam ini, hasil tuntutan buruh Cilegon tidak diakomodir oleh Dewan Pengupahan Kota (Depeko) maka pihaknya berencana akan membuat aksi besar-besaran.
“Oh tentu akan ada aksi lebih besar lagi. Bila perlu daerah Damkar kita kuasai,” tegasnya.
Tak jauh berbeda disampaikan Tukimin, Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan (FPKEP) Kota Cilegon, Rudi Sahrudin mengaku, rapat dengan dewan Depeko nihil tanpa hasil.
“Sama kaya kemarin di Disnaker, hasil rapat hari ini deadlock. Saya pun menyayangkan kenapa mereka dalam menghitung UMSK dari nol lagi. Kenapa tidak menggunakan hasil rekomendasi kami? Apa dasarnya perhitungan mereka itu daro nol?,” jelasnya dengan nada marah.
Rudi menegaskan, jika dalam rapat dengan dewan Depeko, perusahan maupun buruh tidak memenuhi hasil kesepakatan, pihaknya mengancam akan menggeluarkan intruksi untuk menggelar modar (mogok daerah) serentak.
“Kita tinggu aja malam ini. Jika tidak ada kesepakatan bersama, pada malam ini juga mogok daerah kita lakukan. Ini jalan satu-satunya tuntutan kami bisa direalisasikan,” tungkasnya.
Hingga pukul 18.00 WIB sore tadi, mediasi buruh dengan industri masih alot atau belum menemui kesepakatan. Pantauan Selatsunda.com pada pukul 19.00 WIB, mediasi kembali dilanjutkan. (Ully/Red)

