CILEGON, SSC – Perwakilan Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menghadiahi empat anak ekor itik untuk walikota dan wakil walikota Cilegon Edi Ariadi dan Ratu Ati Marliati. Namun sayangnya, saat mahasisw ini akan masuk dan memberikan empat ekor anak ayam, mereka dihadang untuk masuk oleh Satgas Covid-19 Kota Cilegon yang sudah menunggu di luar ruangan.
Pantauan Selatsunda.com di lokasil, sempat terjadi adu mulut antara tim satgas covid-19 dengan para mahasiswa yabg memaksa ingin masuk dan bertemu dengan Edi Ariadi dan Ratu Ati Marliati.
Ketua Umum Ikatan Kota Cilegon Harianto mengatakan, kedatanganya kali ini untuk memberikan hadiah empat ekor itik ke Edi-Ati yang dinggap gagal dalam mengurus Kota Cilegon selama menjabat sebagai walikota dan wakil walikota Cilegon.
Tak hanya itu, selama menjabat sebagai walikota dan wakil walikota Cilegon ada berbagai program RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menenggah Daerah) gagal terealisasi. Diantaranya, masalah penanganan banjir yang tidak kunjung selesai, penetasan masalah pengangguran yang tidak sebanding dengan peta Kota Cilegon yang banyak industri, masalah kemiskinan dan Edi-Ati sulit untuk dilakukan audiensi.
“Kami menilai selama kepemimpinan Edi-Ati sebagai walikota dan wakil walikota justru gagal dalam dalam memimpin Kota Cilegon. Semestinya dengan kondisi peta Cilegon yang banyak industri terbalik lurus dengan banyaknya pengangguran di Cilegon. Bahkan, pengangguran Kota Cilegon saat ini masuk dalam peringat kedua se-Indonesia,” kata Harianto kepada awak media ditemui di Aula Diskominfo Cilegon,” Rabu (17/2/2021).
Ia menilai, selama menjabat sebagai walikota dan wakil walikota, Edi Ariadi dan Ratu Ati Marliati anti kritik dari masyarakat.
LKalau mereka (Edi-Ati) anti kritik untuk apa menjabat sebagai walikota dan wakil walikota? Selama ini mereka pun telah gagal mengurus Kota Cilegon. Daripada gagal mengurus Kota Cilegon lebih baik urus anak ayam aja. Lumayan hasilnya buat dijual,” ujarnya.
Sementara itu, Satgas Covid-19 Kota Cilegon Andri Setiawan mengaku, jika acara pelelasan walikota dan wakil walikota sudah diatur oleh protokol.
“Jadi semua acara kan sudah diatur. Kalau ada kegiatan diluar perpisahan ini, nanti aja diluar. Lagian juga kita menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19,” pungkas Andri. (Ully/Red).

