Eskavator yang berada di lokasi Galian C di Kampung Cikubang, Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, dipasang garis polisi oleh Polres Cilegon, belum lama ini. Foto Ist

CILEGON, SSC – Diduga beroperasi tanpa mengantongi izin lengkap, Galian C yang terletak di Kampung Cikubang, Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, dihentikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon.

Informasi yang dihimpun selatsunda.com,  aktivitas galian C milik pengusaha berinsial M ini dihentikan petugas pada Senin (3/12/2018). Saat itu petugas langsung menghentikan aktivitas dengan mengambil kunci truk tronton dan truk diesel di lokasi yang tengah melakukan bongkar muat batu belah. Alat berat di lokasi langsung di pasang garis polisi.

Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Sebanyak 3 orang yang ada di lokasi diamankan petugas untuk diminta keterangan.

“Sementara yang diminta keterangan itu ada 3 orang,” ungkap Kapolres, Rabu (5/12/2018).

Dugaan aktivitas yang beroperasi tanpa izin ini, kata Kapolres, masih di selidiki pihaknya lebih lanjut. Termasuk menelusuri dugaan perusahaan yang terlibat dalam aktivitas tersebut.

“Jadi kita masih mendalami, kita masih melihat siapa-siapa saja yang bertanggung jawab disitu. Apakah ada perizinannya, siapa saja yang bertanggung jawab disitu, perusahaan-perusahaan apa saja terkait izin-izin yang dimiliki dan sebagainya,” paparnya.

Hingga saat ini, lanjut Kapolres, kasus dugaan tersebut masih dalam pengembangan penyidik.

“Masih kita dalami. Tentunya, penyelidik reskrim kesana juga mempunyai informasi- Informasi tertentu yang dijadikan dasar untuk melakukan kegiatan. Untuk hasil dan kegiatan masih dalam pengembangan,” urainya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here