Polres Cilegon berhasil menangkap pelaku penggelapan 28 ton biji gandum,” Jumat (16/7/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Polres Cilegon membekuk 3 pelaku yang diduga melakukan penggelapan muatan 28 ton biji gandum di pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (KBS). Ketiga pelaku ini bernisial S (39) warga Kabupaten Serang berprofesi sebagai wiraswasta, BS (56) warga Citangkil berprofesi wirauswata dan RA (40) warga Kabupaten Serang.

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono mengatakan, penangkapan ketiga pelaku terjadi pada Selasa (13/7/2021) pukul 04.30 subuh. Kejadian tersebut terbongkar dari laporan petugas keamanan pelabuhan KBS.

Kejadian tersebut awalnya terjadi saat pelaku RA (40) yang menjadi sopir truk bersama kernetnya, S (39) mengangkut gandum dari pelabuhan KBS dengan truk bernomor plat B 9699 UYU. Keduanya di curigai petugas pelabuhan karena usai mengangkut gandum kembali dengan waktu cepat ke pelabuhan.

Kedua pelaku dicurigai petugas pelabuhan karena biji gandum yang waktu bongkar muat semestinya memakan waktu berjam-jam namun bisa dilakukan dengan waktu yang singkat. Gandum itu dijadwalkan dimuat dari PT KBS dan dibongkat ke PT Pundi di kawasan Pelindo.

Baca juga  Wali Murid SDN di Cilegon Keluhkan Pembelian Buku Paket Ditengah Pandemi

Usut demi usut, RA dan S tidak membongkar muatan sesuai jadwal dan tempat. Keduanya justru berbelok ke arah Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kecamatan Ciwandan. Setibanya di JLS, 28 ton biji gandum justru dibongkar di gudang milik BS (56).

“Jadi pemilik gudang ini (BS) mengiming-ngimingi RA dan S dengan sejumlah uang senilai Rp 10 juta. Tapi, BS baru memberikan DP ke dua pelaku sebesar Rp 2,5 juta. Hasil Rp 2,5 juta ini di bagi dua oleh sopir dan kernet,” kata Kapolres kepada awak media dalam jumpa presnya,” Jumat (16/7/2021).

Lanjut Kapolres, dalam membongkar biji gandum tersebut, pelaku hanya membutuhkan waktu selama 30 menit. Atas kecurigaan itu, pihak keamanan kemudian melaporkannya kepada polisi.

Baca juga  Bahas RPJMD 2021-2026, Pansus DPRD Cilegon Temukan Banyak Penyusunan Program Menyimpang Permendagri

“Pihak sekeruti PT KBS langsung melaporkan perbuatan pelaku ini ke Polsek KP Banten. Pihak keamanan dan Polsek KP Banten akhirnya langsung melalukan penyelidikan atas kejadian ini. Sudah diamankan terlebih dahulu (oleh sekuriti pelabuhan) kemudian tim Polsek datang untuk melakukan pemeriksaan, diketahuilah tadi rangkaiannya,” kata dia.

Dari pengungkapan kasus tersebut, Polres
menyita barang bukti 1 lembar surat jalan truk dengan nomor kendaraan B 9699 UYU, 1 lembar STNK, biji gandum berat 28 ton, uang sebesar Rp 2,5 juta dan terpal untuk menampung biji gandum.

“Saat ini kami masih akan menangkap satu pelaku lainya yang saat ini masih DPO (daftar pencarian orang),” tuturnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya ini, kedua pelaku, RA dan S dikenakan pasal 372 dan DS disangkakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. (Ully/Red)