Laksamana Pertama Bakamla, NS Embun menunjukan solar diatas KN Noah 99 yang diduga akan didistribusikan secara ilegal saat di Perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, Kamis (21/11/2019). Foto Ully/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengamankan kapal KN SPOB Noah 99 di wilayah Perairan Bojonegara, Kabupaaten Serang. Kapal diduga mengangkut muatan solar sebanyak 35 ton secara ilegal tanpa mengantongi izin lengkap.

Informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan pada Selasa (19/11/2019) sekitar ukul 23.00 WIB. Awalnya penangkapan kapal yang membawa solar ini terjadi saat KN Belut Laut 406 melakukan patroli di Perairan Bojonegara dengan menggunakan Sea Rider. Saat itu, kapal mendeteksi adanya kontak sebuah kapal yang sedang bertransaksi. Selanjutnya, tim pemeriksa dari Bakamla langsung melakukan pengejaran terhadap kapal yang diduga membawa solar ilegal tersebut.

“Informasi yg kami terima mereka melakukan transaksi saat itu, memang ada tugboat yang menempel, namun memang saat dilakukan penangkapan tugboat tersebut bergerak. Tidak masalah, Yang penting saat itu kita melihat ada kegiatan. Nanti (tug boat ikut serta) itu akan ada penyidikan yang lebih mendalami lagi, pihak kapal ini nantinya pasti akan ditanya penyidik dari stake holder,” ujar Laksamana Pertama Bakamla, NS Embun saat ekspor perkara di atas KN Noah 99, Periaran Bojonegara, Kabupaten Serang, Kamis (21/11/2019).

Embun menyatakan, setelah kapal diamakan pihaknya langsung melakukan introgasi awal. Patut diduga setelah introgasi, dokumen kapal dinyatakan lengkap namun legalitas pengiriman muatan masih diperiksa.

“Kami hanya lakukan penyidikan awal. Nanti lanjutannya akan dilakukan oleh stakeholder akan terlihat semua berap banyak, modusnya, kegiatannya apa,” paparnya.

“Dokumen kapal mereka lengkap, berkaitan muatan yang kita temukan tidak ada. Patut kita duga mereka melakukan kegiatan ilegal,” sambung dia.

Sedikitmya ada 6 kru kapal termasuk Anak Buah Kapal (ABK) yang diamankan untuk dimintai keterangan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kata Embun, akan diserahkan kepada pihak yang berwenang.

“Untuk pendalaman lebih, sampai kerugian negara bisa dihitung di tahap penyidikan,” paparnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here