Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan Proyek Perluasan Fasilitas Produksi PT Cabot di Kawasan Industri Enginerieeng Cilegon (Kiec), Kota Cilegon, Kamis (21/11/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pabrik penghasil carbon black, PT Cabot Asia Pacific South diminta untuk dapat membantu pemerintah dalam berkonstribusi memajukan industri nasional. Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan Proyek Perluasan Fasilitas Produksi PT Cabot di Kawasan Industri Estate Cilegon (Kiec), Kota Cilegon, Kamis (21/11/2019).

Lebih lanjut Menperin menyatakan, dari data yang dimiliki Kememperin, kebutuhan carbon black sebanyak 230 ribu ton pertahun untuk memenuhi pasar dalam negeri masih didominasi produk impor. Dengan kata lain, 70 persen diantaranya masih di impor dari China dan India.

Sementara kaitan belum terpenuhinya kebutuhan itu berpengaruh pada defisit neraca perdagangan dimana nilai ekspor dan impor industri bahan kimia masih terjadi Gap. Nilai Ekspor pada tahun 2018 mencapai USD 8,79 miliar sedangkan nilai impor USD 22,54 miliar.

Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan adanya investasi yang dilakukan Cabot dapat membantu pemerintah dalam menekan defisit neraca perdagangan.

“Dengan ekspansi dari Cabot, kita harapkan subtitusi impor sebesar 90 ribu ton pertahun bisa menekan defisit neraca perdagangan di Indonesia,” ujarnya.

Menperin, Agus Gumiwang bersama pejabat Cabot dan Wakil Gubernur Banten, Andika Azrumy melakukan peresmian perluasan pabrik Cabot

Menurut Menperin, industri seperti Cabot mempunyai peran penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain memberikan nilai tambah investasi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru. Ia berharap dengsn investasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sektor industri di tuntut menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia, karena industri memegang peranan penting dalam menghasilkan nilai tambah, devisa dan tentunya setiap rupiah yang ada harus bermuara pada penciptaan lapangan pekerjaan, yang pada ahirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Untuk mendorong masuknya investasi, kata Gumiwang, Kemenperin juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan memudahkan para investor. Kemenperin, kata dia, sudah memberikan insentif fiskal dan pengembalian impor,  optimalisasi pasar dalam negeri dan pasar ekspor serta peningkatan pasar ekspor. Pemerintah juga telah berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang berdaya saing melalui implementasi industri. Selain itu, dalam upaha mendukung investasi, pemerintah juga telah melakukan penguatan Sumber Daya Manusia melalui vokasi industri.

Utamanya juga, kata Gumiwang, pemerintah memberi dua kebijkaan insentif pajak kepada industri dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan. Dia menyebut regulasi itu adalah Super Tax Deduction Program.

Kebijakan potongan pajak itu, pertama, apabila industri menyediakan fasilitas pendidikan dan latihannya maka akan mendapat fasilitas super dedactable tax sebesar 200 persen. Pendekatan kedua, bagi idustri yang menempatkan research and development program dapat mendapat dedactable tax program 300 persen.

“Mudah-mudahan regulasi 45 ini, bisa dijadikan lahan ekspansi Cabot diluar fase pertama dan kedua kedepan,” harapnya.

Sementara Senior Vice President dan President, Reinforcement Materials Cabot Corporation, Bart Kalkstein mengaku bangga dengan kemajuan yang telah dibuat dalam proyek perluasan kapasitas yang dilakukan Cabot. Dia berharap dalam memenuhi produksi 80 ribu metrik ton pada ekspansi pabrik yang dilakukan Cabot dapat menjadi penyedia carbon black berkualitas tinggi yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan di pasar Asia Tenggara.

“Perluasan fasilitas produksi di Cilegon ini merupakan bagian dari proyek peningkatan kapasitas dan debottlenecking global yang telah diumumkan pada Mei 2018. Cabot telah mencatatkan perkembangan yang signifikan dalam mencapai tujuan peningkatan kapasitas produksi carbon black global sebesar
300.000 metrik ton dan akan mencapai target ini setelah proses commissioning dari fasilitas produksi baru ini” tuturnya.

Ia mengaku berterimakasih kepada pemerintah atas kemudahan proses investasi Cabot. Salah satunya program Potongan pajak yang diberikan.

” Kami berterimakasih kepada pemerintah untuk investasi Cabot. Salah satu dengan program yang ramah investasi. Ini yang kita nikmati,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here