20.1 C
New York
Kamis, April 23, 2026
BerandaPeristiwaDiduga Tak Transparan, ‘Keluaga Besar Warnasari Bersatu’ Pertanyakan Dana CSR Milik PT...

Diduga Tak Transparan, ‘Keluaga Besar Warnasari Bersatu’ Pertanyakan Dana CSR Milik PT Seven Gates Indonesia

-

CILEGON, SSC – Keluarga besar masyarakat Kelurahan Warnasari yang tergabung dalam “Warnasari Bersatu” mempertanyakan penyaluran dana CSR (Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan oleh PT Seven Gates Indonesia (SGI) diduga tidak tepat sasaran.

Demikian disampaikan oleh salah satu warga Warnasari, Mulyana yang mendunga bila anggaran yang digelontorkan oleh oleh PT SGI tidak diterima langsung ke warga yang terdampak proyek pengerukan PT Lotte Chemical.

Adapun besaran anggaran yang dikucurkan oleh PT SGI sebesar Rp 1 miliar (Rp 500 juta) tim darat dan Rp500 juta tim laut (nelayan) dianggap tak tak sesuai apa yang telah disepakti.

“Kami atas nama masyarakat Warnasari bersatu ini mempertanyakan proyek Warnasari yang dikerjakan oleh PT Seven Gate tidak memperdulikan warga. Sebenarnya kami (warga Warnasari) dianggap apa sama PT Seven Gates? Semestinya kita menerima hak yang sama. Semestinya kita menerima hak yang sama. Sangat disayangkan ada kegiatan rapat di Kelurahan Rawa Arum tapi kami keluarga besar Kelurahan Warnasari pun tidak diberi kabar! Parahnya lagi kenapa yang membagikan uang CSR tersebut bukan dari orang Warnasari?” kesalnya.

Tak jauh berbeda disampaikan Mulyana, warga lainya, Yayek menyampaikan, pihaknya akan terus berjuang untuk mendapatkan hasil pembangian yang rata dari CSR PT Seven Gates tersebut. Bahkan, pihaknya siap bertarung dengan kelurahan lain agar bantuan CSR tersebut bisa diterima oleh keluarga besar “Warnasari Bersatu.

“Sangat disayangkan CSR itu sudah di salah gunakan oleh oknum yang mengatasnamakan atau menyampaikan bahwa sudah koordinasi dengan pihak warnasari. Maka oknum yang berinisail M itu yang mengambil alih pembagian CSR untuk darat, dibagi di kantor yang berlokasi di Grogol. Disitu dibagi dua untuk urusan darat Rp240 juta (Rawa Arum) dan Rp240 juta (Citangkil), akan tetapi warnasari tidak dilibatkan dalam pembagian tersebut ada apa? Yang pasti ada permainan oknum, maka dari itu kami warga warnasari akan minta penjelasan kepada oknum tersebut, karena sudah berani mengatasnamakan warnasari yang mengambil alih dana csr sebanyak 240 juta,” tegas Yayek.

Menurutnya, berbicara wilayah, Warnasari lebih besar wilayahnya 60 persen. Akan tetapi pembangian dana CSR untuk wilayah Gerem dan Rawa Arum justru lebih besar jika dibandingkan dengan Kelurahan Warnasari.

“Upaya kita akan terus karena memang oknum yang berinisial M ini sangat berani mengambil dan menyalahgunakan dana CSR. Karena dana CSR itu bukan untuk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan masyarakat, maka besok akan kita tindak lanjuti dan akan aksi di PT SGI,” katanya.

“Tidak tepat sasaran yang namanya pembagian CSR itu harus berembuk duduk bersama kalau memang ada nelayan, warnasari, rawa arum dan gerem harusnya kan seperti itu. Pembagian proporsional porsinya itu bagaimana tiba-tiba dibagi 50 persen dan 50 persen. Kami masyarakat Warnasari Bersatu tidak pernah dilibatkan bahkan diundang untuk persoalan pembangian CSR tersebut. Nah apa lagi hak warga Kelurahan Warnasari justru diambil sama orang (oknum) yang mengatasnamakan warga Warnasari,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan, CSR ini rencananya akan digunakan untuk mengcover pembangunan yang ada di wilayah Kelurahan Warnasari.

“Programnya ini kan mencakup pembangunan 7 RW. Jelas dari 7 RW ini ada Kelurahan Warnasari. Besok kita akan minta kepada kapolsek untuk minta di mediasi agar hal ini tidak terulang kembali, kami masyarakat warnasari menuntut dan uang dari CSR yang sudah ada harus jelas perutukannya untuk apa dan larinya kemana saja uang tersebut,” tandasnya.

Perlu diketahui, pembagian CSR tersebut seharusnya dibagi 3 wilayah Kelurahan Warnasari, Kelurahan Rawa Arum dan Kelurahan Gerem, serta Masyarakat Nelayan.  (Ully)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini