Jalan di Lingkungan Kaujon Singandaru, Kelurahan Serang, Kota Serang, terendam banjir luapan air anak Kali Cibanten. (Foto Dokumentasi)

SERANG, SSC – Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Kota Serang melakukan rapat kajian sistem penanganan saluran drainase secara jangka panjang. Hal ini dikaji sebagai bentuk upaya mengantisipasi bencana banjir.

Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan pada Bappeda, Eri Hatin Lahiri mengatakan, rapat kajian tersebut turut membahas pembentukan dokumen masterplan drainase. Di mana didalamnya menyangkut penanganan banjir selama lima tahun kedepan.

“Ini membahas rencana atau masterplan Kota Serang, intinya bagaimana 5 tahun ke depan banjir dapat di atasi melalui drainase,” ujarnya usai rapat di Puspemkot Serang, Rabu (7/10/2020).

Ia mengungkapkan, selama ini banjir kerap terjadi karena penyumbatan drainase. Air saat hujan turun tidak mengalir secara baik di drainase karena terdapat penyumbatan lumpur. Maka dari itu, penyediaan drainase kedepan harus benar-benar tepat dan diperhatikan.

Baca juga  Warga Cilegon Keluhkan Lampu Penerangan PJU di JLS Banyak Yang Mati

Penanganan banjir, kata dia juga kerap terkendala pada kewenangan. Di mana kewenangan penanganan banjir antara Pemkot dan Pemprov Banten kerap berbenturan. Oleh karenanya, hal itu perlu dibahas.

“Kewenangan Pemprov apa, kewenangan Pemkot apa ? Yang di kerjakan Pemprov harus seperti apa, begitupun sebaliknya. Misalnya ada genangan air, air ini mengalir ke sungai mana dan itu wilayah kerjanya siapa,” paparnya.

Ia menuturkan, dari hasil pengkajian tersebut, rekomendasi akan diberikan ke masing-masing OPD.

“Semacam rencana induk, tidak ada target pelaksanaan program, hanya menghasilkan prioritas atau program mana yang harus didahulukan dan siapa yang nanti akan mengerjakan,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis PUPR, M. Ridwan mengatakan, rapat tersebut baru sebatas penyerahan data-data yang akan dikaji. Seperti lokasi yang sering tergenang banjir, serta penggunaan lahan drainase.

Baca juga  Diduga Sakit, Warga Bojonegara Ditemukan Tewas di Hotel Regent

Meskipun hal tersebut masih dalam tahap pengkajian, pihaknya tetap melakukan upaya mencegah banjir. Baik melalui pemeliharaan serta normalisasi drainase.

“Kita sekarang sudah mulai pembersihan, seperti di depan Citra Gading, Serang Hijau, drainase di Pasar Rau sudah kami bersihkan. Ini upaya kami, dalam rangka antisipasi banjir,” kata Kadis PUPR Ridwan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, pihaknya dalam melakukan pembersihan drainse berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. DPUPR kepada DLH meminta untuk mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah pada drainase.

“Pemeliharaan saluran drainase terus, pengerukan sedimentasi (pengendapan)-nya sedang berjalan tadi di titik rawan banjir atau genangan akan di bersihkan,” pungkasnya. (SSC-03/Red)