CLEGON,  SSC – Wajah-wajah baru yang notabene pendatang dari berbagai daerah mulai menghiasi Kota Cilegon.  Biasanya,  kaum urban ini datang ke Cilegon bersamaan dengan musim arus balik Lebaran untuk mencari peruntungan nasib di kota industri. Tidak sedikit dari mereka diajak rekannya yang lebih dahulu tinggal  dengan mencari pekerjaan salah satu yang dituju mencari penghasilan di Dunia Tempat Hiburan Malam (THM).

“Memang penghuni (kos-kosan) yang udah-udah disini itu kebanyakan profesinya kerja di diskotik sama karaoke, tempat hiburan malem lah di Cilegon. Ya kalau mereka bawa orang baru, kemungkinan juga profesinya bakal sama,” ungkap salah seorang warga saat tengah menyaksikan Operasi Yustisi yang digelar Dinas Satuan Pamong Praja Kota Cilegon di sebuah kos-kosan di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kamis (28/6/2018).

Seperti yang diketahui hampir setiap tahun usai Lebaran,  Dinas Satpol PP Cilegon selaku penegak perda selalu melakukan pengawasan ketat terkait keberadaan kaum urban.  Sejumlah kos-kosan maupun bedengan yang dihuni wanita pekerja di tempat hiburan malam dan disinyalir membawa pendatang baru tidak luput dari operasi petugas. Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Juhadi M Sukur yang dikonfirmasi tentang adanya indikasi keterkaitan itu menolak beranggapan lebih jauh.  Prinsipnya,  pemkot tidak pernah  melarang siapapun untuk urban ke cilegon sekalipun diantara para pendatang bermaksud mencari perkerjaan di tempat hiburan malam.  Namun kepada mereka,  kata Juhadi, wajib mematuhi perda yang berlaku.

“Itu terserah dia (warga pendatang baru) saja datang ke Cilegon mau jadi apa. Terserah wong dia juga mau usaha, masak kita larang. Ya kan? Yang penting selagi tempat hiburan malam itu (beroperasi) sesuai jam tayangnya sampai jam 12 malam, ya monggo saja. Karena (jam tayang) itu juga kan ada perdanya,” ungkap Kadis yang juga menjabat sebagai Plt Camat Pulomerak itu.

Oleh karenanya,  kata Juhadi, operasi yustisi patut dan penting untuk dilaksanakan. Hal itu menjadi salah satu alasan pihaknya mengawasi ketat keberadaan warga pendatang terutama menyangkut keabsahan indentitas.

“Yang penting bagi kita, Cilegon kondusif. Bagaimana orang pendatang atau warga mana saja tertib administrasi,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here