Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono memberikan sanksi kepada pelanggar yang tidak menggunakan masker di Pasar Kranggot, Cilegon saat kegiatan patroli,” Sabtu (16/1/2021). Foto : dokumentasi Polres Cilegon

CILEGON, SSC – Tim Gabungan Covid-19 Kota Cilegon terdiri dari Polres Cilegon, Kodim 0623 Cilegon, Dinas Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kota Cilegon  gencar menggelar patroli ke beberapa titik potensi terjadinya kerumunan massa.

Patroli ini dimaksudkan sebagai bentuk implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) 38 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 yang kemudian diubah dalam Pergub 45 tahun 2020 di 8 kabupaten/kota se-Provinsi Banten dan Peraturan Walikota (Perwali) Kota Cilegon Nomor 15 Tahun 2020.

Wakil Ketua II Satgas Covid-19 Kota Cilegon juga Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono menegaskan, patroli yang digelar ini sebagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menegakan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Hari ini saya (Kapolres Cilegon) secara langsung bersama anggota satgas gabungan Covid-19 di Cilegon secara langsung melakukan patroli ke sejumlah titik kerumunan. Kita tahu bersama jika saat ini status di Kota Cilegon kembali ke zona merah covid-19. Karena itu, kami ingin mendipsiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” kata Kapolres melalui sambungan telephone selurernya,” Sabtu (16/1/2021).

Selama masa pengecekan, lanjut Kapolres, meskipun sebagian besar masyarakat sudah banyak yang patuh terhadap protokol kesehatan, namun tidak sedikit juga masyarakat yang terpantau masih membandel. Padahal, mereka mengetahui terkait kewajiban penerapan protokol kesehatan sesuai amanat dari Pergub.

“Agar ada efek jera, kami berikan mereka sanksi teguran, sanksi sosial berupa kerja sosial, mencatat identitasnya dan memberinya masker. Tapi jika kemudian hari mereka mengulanginya, maka sanksi denda terpaksa kami berlakukan,” lanjutnya.

Sigit merinci untuk titik-titik yang akan dijadikan lokasi pengecekan protokol kesehatan tahap sosialisasi dan edukasi diantaranya meliputi mal, pasar, taman, tempat hiburan malam, diskotik.

“Saya berharap, masyarakat bisa ikut membantu pemerintah dalam menekan penyebaran covid-19 di Kota Cilegon. Sebab, Negara sudah menggeluarkan banyak anggaran untuk menangani persoalan pademi covid-19. Kalau masyarakatnya tetap memandel tetap keluyuran dan tidak menggunakan masker sama aja tidak menghargai upaya pemerintah daerah dan pusat dalam menekan penyebaran pademi covid-19 dengan terus bergerak,” rincinya.

Ia mendorong pemerintah daerah segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait penyebaran covid-19 di Kota Cilegon.

“Ketika Perda Covid-19 telah disahkan maka kami (Tim Gabungan) akan langsung bergerak,” pungkasnya. (Ully/Red)