Kasat Poll PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur mengembok paksa diskotik yang tak berizin oleh Pemkot Cilegon,” Sabtu (16/1/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Petugas gabungan yang terdiri dari unsur  Dinas Satpol PP, TNI/Polri, Dinas Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon menggelar giat pengembokan terhadap 17 diskotik dan tempat hiburan malam di Kota Cilegon.

Pantauan Selatsunda.com razia gabungan ini dimulai Sabtu (16/1/2021) pada pukul 21.30 WIB hingga pukul 02.19 WIB dini hari. Inpeksi dadakan (sidak) ini langsung dihadiri Kasat Pol PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur. Satu persatu diskotik, tempat hiburan malam dan hotel remang-remang langsung disegel dan digembok paksa oleh petugas gabungan. Sempat terjadi adu mulut dari pengelola tempat hiburan malam karena tidak ingin tempatnya disegel oleh petugas.

Diskotik Regent Hotel yang berlokasKelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang digembok paksa petugas Satpol PP,” Sabtu (16/1/2020) malam. Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

Kepala Dinas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon Juhadi M Syukur mengatakan, giat kali ini sesuai dengan intruksi Walikota Cilegon Edi Ariadi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon untuk bersikap tegas terhadap keberadaan diskotik dan tempat hiburan malam yang tidak memiliki izin resmi dari Dinas Pariwisata dan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Pada malam hari ini kami melakukan giat dengan menyenggel dan langsung kita gembok paksa 17 diskotik dan tempat hiburan di Cilegon. Karena, menurut spesifikasi dari Disbudpar, jika diskotik dan tempat hiburan malam ini tidak ada izinya. Izin yang mereka punya itu hanya izin restoran dan hotel bukan diskotik maupun tempat hiburan malam,” kata Juhadi kepada awak media disela-sela giat,” Sabtu (16/1/2021) malam

Juhadi menambahkan, 17 tempat hiburan malam yang digembok paksa petugas gabungan, diantaranya Kalyana Mita, Regent, Grand Krakatau, Dynasty X3, MD Blue, Han’s Cafe, King’s, Concept, El Laa Ruz, Rindu Resto, Resto 22, Jade Resto and Karaoke, Merpati Hotel, Surabaya Ismi, Hotel Sedap Malam, LM Modern Hotel

“Kami tidak ingin dianggap tumpang tindih dalam menegakan hukum. Semua hiburan malam dan diskotik di Cilegon tidak berizin,” tambah Juhadi.

Juhadi menegaskan, diskotik dan tempat hiburan malam yang digembok ini bersifat permanen dan tidak bisa diganggu gugat. Apabila segel dan gembok dirusak maka pihaknya menyerahkan pihak kepolisan.

“Mulai malam ini, Minggu (17/1/2020) petugas PPNS Satpol PP Cilegon akan langsung memastikan apakah gembok dan segel yang sudah kami pasang tidak dirusak. Jika ditemukan gembok dan segel dirusak maka kami serahkan ke Polres Cilegon untuk dipidana,” tegasnya.

Sementara, Kabid Parekraf Disparbud Cilegon Mamat Slamet menyatakan, Dinas Pariwisata Cilegon tidak pernah menggeluarkan surat rekomendasi untuk diskotik dan tempat hiburan malam di Kota Cilegon. Pihaknya, hanya menggeluarkan izin usaha hotel dan restoran.

“Kami hanya menggeluarkan izin usaha restoran dan hotel saja. Dan tidak pernah menggeluarkan izin diskotik. Kedean, kami akan mengevaluasi izin yang diajukan oleh  hotel dan restoran di Cilegon,” ucapnya. (Ully/Red).