SERANG, SSC – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten bakal mendorong kreativitas dari kerajinan yang dihasilkan Sanggar Kayu Palet Garasi Kapal.  Untuk mendorong itu,  Disperindag akan menjadikan sanggar kerajinan kayu palet itu sebagai binaan Industri Kecil Menengah (IKM).

Kepala Seksi Pemberdayaan IKM Disperindag Provinsi Banten, Alamsyah Siregar menyatakan, kerajinan yang dihasilkan Sangar Garasi Kapal memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan berbagai IKM yang dibina pihaknya. Produk furniture dari pengolahan limbah industri itu, dihasilkan menjadi produk berkualitas dan bernilai tinggi. Untuk memoles produk itu lebih berkualitas dan berdaya saing,  perlu pembinaan oleh pihaknya.

“Tentu saja perlu peningkatan kualitas SDM maupun sentuhan dari produksinya. Mudah-mudahan saja, nanti akan ada pelatihan peningkatan, baik dari sisi SDM maupun produknya,” ungkap Siregar ketika mengunjungi sanggar itu di Banjarsari Permai Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (7/5/2018).

Pelatihan dan pendampingan IKM perlu,  kata pria yang disapa Regar itu,  supaya produk yang dihasilkan lebih terarah dan dapat dipasarkan. Oleh karena itu, hasil survei tesebut akan ditindaklanjuti lebih jauh.

“Intinya, insya Allah ke depan akan kita lakukan pembinaan lebih lanjut baik dalam bentuk dampingan atau pelatihan teknis produksinya maupun aspek pemasarannya,” paparnya.

Ia berharap,  langkah pembinaan terhadap kerajinan produk sanggar kapal itu dapat menciptakan produk yang berkulitas tinggi. Tidak itu saja,  pihaknya juga akan mendorong ke kementerian agar produk kayu palet sanggar kapal dapat menembus pasar nasional dan diekspor ke luar negeri.

“Saya akan konsultasikan dengan kementerian perindustrian terkait pembinaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara, pemilk sekaligus inisiator Sanggar Garasi Kapal, Adam Adhary Abimanyu mengatakan, usaha kerajinan olahan limbah industri menjadi berbagai furniture,  ditekuninya karena banyak faktor. Salah satunya memanfaatkan limbah itu menjadi produk yang bernilai tambah.

“Banten ini daerah industri, yang namanya limbah palet jati Belanda sangat banyak. Tapi limbah-limbah itu selalu dibawa ke daerah lain, sementara di Banten sendiri kurang dimanfaatkan. Kedepan, saya berharap pemerintah juga bisa memfasilitasi kemudahan bahan baku ini. Karena sekarang bahan baku dijual ke Jawa Tengah hingga ke Bali,” ujarnya.

Selain itu, usaha yang dijalani sejak November 2017 lalu itu, diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru terutama memberdayakan warga sekitar.

“Banyak nilai positif ketika para pemuda terlibat dalam IKM yang mengedepankan kreativitas ini. Paling tidak Garasi Kapal menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran,” katanya.

Soal omzet, kata Adam, penjualan yang telah dijalankan menunjukan tren positif. Tren itu terlihat dari strategi pemasaran yang dilakukan pihaknya baik dengan pola pemesanan dan media sosial.

“Kalau omzet per bulan Alhamdulillah terus naik, awalnya hanya sekitar Rp10 jutaan, sekarang sudah tiga kali lipatnya. Mudah-mudahan semakin tumbuh,” harapnya.(Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here